Walikota Samarinda, Andi Harun. Ft by Ryan/Busam.ID
Samarinda, Busam.ID – Pemkot (Pemerintah Kota) Samarinda melalui Disdag (Dinas Perdagangan) telah mendistribusikan cadangan pangan berupa beras kepada masyarakat yang membutuhkan di Kecamatan Samarinda Seberang pada Senin (3/4/2023).
Walikota Samarinda, Andi Harun. Ft by Ryan/Busam.ID
Adapun kegiatan tersebut juga turut dihadiri oleh Walikota Samarinda, Andi Harun dan juga jajaran lainnya.
Muhammad Fachri Anshari. Ft by Dok. BusamID
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Samarinda melalui Kabid Perdagangan Dalam Negeri, Muhammad Fachri Anshari menjelaskan kegiatan tersebut merupakan instruksi langsung Walikota Samarinda Andi Harun agar menyalurkan cadangan beras pemerintah untuk bantuan pangan 2023 yang dibagikan gratis pada keluarga penerima manfaat.
“Jadi total yang kita dapat dari pemerintah pusat ada sekitar 800 ton beras, namun berangsur kita serahkan beras tersebut kepada keluarga yang memang membutuhkan. Hari ini kebetulan kita bagikan di Kecamatan Samarinda Seberang,” ucap Fachri kepada BusamID, Senin (3/4/2023).
Suasana warga saat pembagian distribusi beras bantuan. Ft by Ryan/Busam.ID
Menurutnya, kegiatan tersebut sangat berguna dalam rangka antisipasi, mitigasi dan/atau pelaksanaan penanggulangan kekurangan pangan yang dapat terjadi di Kaltim.
“Kegiatan ini dilakukan guna antisipasi penanggulangan kekurangan pangan yang bisa berdampak pada terjadinya krisis pangan dan gizi. Selain itu juga sekaligus mengendalikan inflasi, serta melindungi produsen dan konsumen dari dampak fluktuasi harga,” paparnya.
Ditanya berapa jumlah KK (Kartu Keluarga) yang ditargetkan oleh pihak Pemkot untuk menerima bantuan distribusi tersebut, Fachri menjelaskan ada sekitar 26 ribu KK.
“Total target yang ingin disalurkan adalah 26.924 KK. Pada hari ini kita distribusikan secara langsung di Kampung Baqa 419 KK dan Kelurahan Sei Keledang 503 KK. Masing-masing penerima akan mendapatkan bantuan 10 Kilogram beras per KK,” jelasnya.
Ia pun berpesan kepada masyarakat agar tak perlu khawatir jika terjadi lonjakan harga Bapokting (Bahan Pokok Penting).
“Masyarakat tidak perlu khawatir, pemerintah akan hadir apabila terjadi gejolak terhadap harga dan ketersediaan bahan pokok penting,” tutupnya. (RYAN)