Gerhana Penumbra Semalam Diabadikan Fotografer Samarinda

BusamID
Hasil bidikan gerhana bulan penumbra pada Sabtu (6/5/23). Ft by Instagram/@ini_omtheo_003

Samarinda, Busam.ID -Menjelang pergantian malam tanggal 5-6 Mei 2023, terjadi fenomena alam yaitu Gerhana Bulan Penumbra.

Namun, fenomena tersebut hanya bisa disaksikan secara detail dengan menggunakan kamera DSLR. Karena tanpa bantuan kamera, kasat mata tidak bisa melihat perbedaannya.

Diketahui, Gerhana Bulan Penumbra merupakan bulan yang hanya masuk ke bayangan penumbra (bayangan yang masih samar, tidak gelap seluruhnya) Bumi.

Akibatnya, saat puncak gerhana terjadi, Bulan akan terlihat lebih redup ketimbang saat purnama.

Fenomena tersebut rupanya turut ditunggu dan dinantikan oleh salah satu fotografer di Samarinda yang tergabung di komunitas Hunting Nyasar.

Theo, menunggu momen tersebut mulai sejak pukul 23.00-01.00 Wita.

Bermodal kamera Nikon D600 dan lensa tele ukuran 70-300mm, ia berhasil mengabadikan momen tersebut walau sedikit kecewa lantaran tidak mengetahui bahwa fenomena yang terjadi hanyalah Gerhana Bulan Penumbra.

“Ga baca Google dulu, jadi nungguin dari jam 11 malam sampai jam 1, rupanya cuma Penumbra, saat di foto menggunakan kamera pun hasil redupnya tipis,” ucap Theo kepada Busam.ID, Sabtu (6/5/23).

Pada astro fotografi kali ini, ia sengaja tidak menggunakan tripod, hal tersebut ia lakukan karena membidik objek Bulan menggunalam Shutter Speed yang cukup tinggi.

“Ga pakai tripod, tadi malam sengaja pakai Shutter Speed tinggi, antara 1000-1200, biar kontras bulan tetap kelihatan, kalau di bawah itu menurut saya pribadi hasil foto terlalu terang sehingga detailnya menjadi tidak terlalu kelihatan,” paparnya.

Dilansir melalui Antara, Peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN, Rhorom Priyatikanto mengungkapkan Gerhana Bulan kali ini pada dasarnya hanya peredupan bulan purnama.

“Masyarakat cukup sulit menyaksikan gerhana ini untuk dilihat tanpa bantuan kamera karena hanya berupa peredupan purnama. Maka, gerhana itu tidak seperti gerhana sebagian atau total yang membuat bulan tampak kemerahan,” ujarnya, Kamis (4/5/23).

Saat bulan mulai memasuki penumbra, lanjut dia, cahaya terangnya menjadi berkurang secara bertahap atau gradual.

“Perbedaan umbra dan penumbra pada gerhana bulan, yaitu bila ada bagian bulan yang memasuki umbra, maka bagian tersebut tidak menerima cahaya matahari, kecuali sebagian kecil yang terbiaskan oleh atmosfer bumi. Dan sebaliknya, bagian yang masuk penumbra masih menerima cahaya matahari,” ujar Rhorom. (RYAN)

Editor : Risa Busam,ID

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *