Samarinda, Busam.ID – Tim Wali Kota Untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) Kota Samarinda menggelar rapat dengan Dinas Sosial & Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM) Kota Samarinda, pada Kamis (11/5/23) di Kantor TWAP Jalan Dahlia, Samarinda.
Adapun pokok pembahasan rapat tersebut terkait percepatan pengentasan kemiskinan serta penyerahan hasil laporan hasil Verval (Verifikasi dan Validasi) DTKS ( Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) Kota Samarinda tahun 2023.
Ditemui usai rapat, Kepala Dinsos PM Kota Samarinda, Isfihani menyampaikan, agenda rapat tersebut membahas terkait data Verval kemiskinan yang menjadi salah satu prioritas utama agar Pemkot Samarinda dapat segera mengambil langkah strategis untuk mengurangi angka kemiskinan juga kemiskinan ekstrem di Kota Samarinda. Saat ini menurut data sementara, tercatat kemiskinan ekstrem di Kota Samarinda menyentuh angka 9032 jiwa.
Selain itu, untuk kategori miskin tercatat sejumlah 44524 jiwa.
“Saat ini proses Verval sudah 75 persen. Tadi saat rapat, kami ditargetkan harus selesai 100 persen. Kemudian data Verval itu akan diserahkan ke Diskominfo Kota Samarinda pada tanggal 29 Mei 2023. Data tersebut nantinya akan menjadi satu data terpadu yang akan digunakan oleh seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah) di Samarinda,” ucap Isfi pada Busam.ID, Kamis (11/5/23).

Ia mengakui optimis angka kemiskinan ekstrem di Kota Samarinda dapat diturunkan menjadi 0 persen sesuai dengan instruksi Walikota Samarinda, Andi Harun saat tahun 2024 nanti dengan 3 konvergensi langkah strategis.
“Pertama pengurangan beban kehidupan seperti bantuan sosial, kedua peningkatan pendapatan dengan memberikan pelatihan-pelatihan kerja, yang ketiga pengurangan kantong-kantong kemiskinan. Hal tersebut jika dilakukan dengan maksimal oleh OPD terkait, maka angka kemiskinan ekstrem pasti akan bisa menyentuh 0 persen,” tegasnya.
Isfihani juga mengungkapkan bahwa jika setelah proses Verval selesai, maka nantinya program-program yang disedang direncanakan akan dapat berjalan sehingga bisa mempercepat proses penghapusan kemiskinan ekstrem.
Adapun program tersebut yaitu program gratis air bersih 10 meter kubik per bulan, pemberian bantuan sosial untuk wanita rawan sosial ekonomi, rencana gerakan orang tua asuh untuk anak-anak yang tidak dapat melanjutkan sekolah, program bedah rumah dan juga program lainnya yang akan berjalan maksimal jika data Verval telah selesai.
“Semoga semua program yang telah direcanakan tersebut nantinya bisa berjalan maksimal, jadi tahun 2024, tidak ada lagi warga Samarinda yang masuk kategori Miskin Ekstrem,” tutup Isfi. (RYAN)
Editor : Risa Busam,ID










