Samarinda, Busam.ID– Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Timur mengimbau kepada masyarakat terutama Kaltim untuk melek akan digital ditengah era digitalisasi ini.
Seperti diketahui dalam dua tahun terakhir Diskominfo Kaltim meraih prestasi dari Kementrian Kominfo RI, diantaranya yakni pada tahun 2021 Kaltim masuk peringkat ketiga Indeks Literasi Digital setelah DKI Jakarta dan Riau.
Di tahun 2022 Kaltim kembali mempertahankan posisi di peringkat ketiga nasional. Sementara di awal tahun 2023 Kemenkominfo RI menyatakan Indeks Masyarakat Digital Kaltim di Peringkat 4 Nasional, dan memiliki angka rata-rata 45,06.
Kaltim di peringkat keempat setelah DKI Jakarta, Bali dan Jateng. Dan laporan indeks kompetitif digital daerah Kaltim masuk peringkat 7 nasional yang merupakan satu-satunya diluar pulau Jawa. Terakhir, Bank Indonesia (BI) menyatakan Kaltim peringkat 1 di pulau Kalimantan perihal penggunaan QRIS.
Menanggapi hal itu, Kadiskominfo Kaltim, Muhammad Faisal mengungkapkan dirinya mengaku senang atas capaian tersebut. Hanya saja masih ada beberapa masyarakat yang menilai Kaltim ini masih belum terlalu digital. Oleh sebab itu dirinya mengimbau masyarakat semua agar melek akan digital.
“Intinya masyarakat harus melek akan literasi digital ditengah gempuran era digitalisasi. Ini juga merupakan salah satu cara menangkal masifnya penyebaran hoaks di media sosial,” ucapnya saat Konferensi Pers di Ruang WIEK Diskominfo Kaltim, Sabtu (13/5/2023).
Dirinya pun menanggapi ketika disinggung perihal sarana pendukung di Kaltim guna menghadapi era digitalisasi ini apakah sudah siap atau belum
“Untuk itu, Insha Allah siap. Kami terus berupaya membangun Fiber Optic di seluruh desa-desa diKaltim, tahun 2022 kemarin kami telah mencakup 38 desa dari target 40 desa. Dan di tahun ini target kami 50 desa dan sudah terealisasi 20 desa. Oleh sebab itu, jangan sampai nantinya sarana pendukung kita mumpuni, tapi masyarakatnya tidak melek akan digital,” jelasnya usai Konferensi Pers
Terakhir dirinya mengimbau agar masyarakat Kaltim tidak lagi dengan mudah termakan isu-isu bohong atau hoaks, mengingat sekarang masyarakat sudah semakin cerdas di tengah era digitalisasi ini
“Harapan saya masyarakat tidak lagi mudah terkena hoaks, apalagi ini kan tahun politik dan menuju pemilu 2024. Tentu ini peran Diskominfo Kaltim bersama teman-teman media dan Masyarakat agar bersinergi memerangi penyebaran hoaks yang masif. Dan melakukan Crosscheck terhadap berita tersebut benar atau tidak,” pungkasnya.(Adit/adv/diskominfokaltim)


