Penghargaan Samarinda Kota Layak Huni Jangan Buat Pemkot Terlena

Busam ID

Samarinda, Busam.ID -Diraihnya penghargaan Kota Layak Huni (Most Liveable City), jangan sampai membuat Pemkot Samarinda terlena. Anggota DPRD Kaltim dari Dapil Samarinda, Rusman Yaqub menilai, Pemkot tidak boleh berpuas diri pada titik penghargaan ini. Karena banyak persoalan di Kota Tepian yang masih harus terus dibenahi.

“Saya kira dengan terpilihnya Kota Samarinda sebagai kota layak huni, menandakan bahwa ada perubahan signifikan dan mendasar dalam penataan kota. Terutama dari aspek lingkungan secara keseluruhan, dan juga sudah barang tentu partisipasi masyarakat dalam menjaga, memelihara dan membangun kawasan pemukiman lebih ramah lingkungan mulai bertumbuh. Kondisi ini barangkali mengarah pada terbentuknya budaya hidup dengan lingkungan yang sehat, asri dan rapi. Karena kriteria dan syarat penilaian kota layak huni tentu banyak juga sangat ketat. Yang penting pemerintah kota tidak terjebak dan terlena apalagi jumawa pada simbolik pencapaian penghargaan semata. Akan tetapi bagaimana secara terus-menerus, berkelanjutan dan konsisten melakukan penataan lingkungan pemukiman yang benar-benar memenuhi kriteria kota ideal, moderen, pintar (smart) dan sehat (green) bagi kelangsungan hidup warganya,” papar Rusman dikonfirmasi media ini Jumat (16/6/23).

Rusman menilai banyak persoalan Samarinda yang harus terus dibenahi. Mulai dari persoalan banjir, kemacetan juga kawasan pemukiman kumuh. Termasuk kawasan pemukiman zombi peredaran narkoba. Sudah jamak diketahui, Samarinda merupakan kota dengan peredaran narkoba terbesar di Kaltim. Peredaran narkoba itu bahkan menyusup sampai ke perkampungan, sebagaimana ditunjukkan beberapa hari lalu kasus balita diminumin air putih yang sudah terkontaminasi sabu sehingga sang anak mengalami sakaw dan tidak bisa tidur selama tiga hari dua malam.

“Masalah-masalah ini harus menjadi perhatian serius bagi pemerintah kota ke depan. Penangan banjir selama ini, harus diakui Samarinda baru tahap mengatasi kecepatan turunnya genangan banjir, tetapi belum sampai pada benar-benar mengurangi kawasan titik dan frekuensi banjir itu sendiri,” timpal Rusman.

Berkeyakinan Pemkot Samarinda sangat serius dan berjibaku mengatasi semua masalah-masalah yang masih mengganjal tersebut, Rusman memberi apresiasi atas raihan penghargaan Most Liveable City bersama 10 daerah lainnya di Indonesia. Untuk wilayah Kaltim, raihan penghargaan kota layak huni ini, Samarinda menggeser Balikpapan yang sebelumnya kerap menjadi juaranya. (an)

Editor : A Risa

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *