Samarinda, Busam.ID – Petugas Pemadam Kebakaran Disdamkar Kota Samarinda bersama relawan dikerahkan ke sebuah ruko mini grosir penjualan barang sembako Jalan Damanhuri 2 Perumahan Borneo Mukti 2 Blok E RT 41 Kelurahan Mugirejo Kecamatan Sungai Pinang Sabtu (24/6/2023) sore sekira pukul 15.20 Wita.
Langkah cepat ini dilakukan setelah petugas menerima informasi terjadi kebakaran di lokasi tersebut. Saat Busam.ID berada di lokasi kejadian, terlihat kobaran api sudah memenuhi ruangan bangunan ruko.
Petugas pemadam yang tiba di lokasi kemudian berupaya memadamkan kobaran api dengan menyiramkan air ke titik api. Sedangkan sejumlah relawan terpaksa turun ke dalam parit untuk mendapatkan air agar mesin portabel yang dibawa bisa digunakan.
Menurut keterangan seorang karyawan mini grosir, Dewi (20) saat kejadian dirinya bersama rekannya berada di ruangan depan sambil menyusun barang-barang dagangan.
“Tiba-tiba lampu di toko padam, dan tidak berselang lama muncul suara ledakan disertai muncul api dari dalam gudang yang berada di belakang,” terang Dewi kepada Busam.ID.
Dewi menyebut ruang gudang asal mula api tersebut tidak ada aliran listrik dan hanya pembasmi serangga serta barang-barang lainnya.
“Di dalam itu tidak ada stop kontak, hanya tempat menyimpan barang-barang termasuk baygon semprot,” jelasnya.
Karyawan toko berusaha memadamkan kobaran api dengan menggunakan alat pemadam api ringan (apar), ternyata apar tersebut tidak bisa digunakan.
“Tadi sudah berupaya memadamkan menggunakan apar namun aparnya macet jadi tidak sempat digunakan, hanya warga saja yang membantu penyiraman menggunakan ember,” terangnya.
Api dengan cepat membesar karena barang-barang yang berada di dalam toko tersebut mudah terbakar, sedangkan pemilik rumah sedang keluar rumah untuk belanja.
“Kami aja berempat karyawannya dan dua orang anak pemilik rumah yang ada saat kejadian, pemilik rumah sedang keluar untuk belanja,” ucapnya.
Karena api semakin membesar, karyawan toko memilih untuk keluar bangunan menyelamatkan diri.
Sementara seorang warga, Abdullah (43) mengatakan sebelum kejadian anaknya sempat mencium bau seperti benda terbakar.
“Anak saya baru saja belanja dan mengatakan mencium bau seperti kabel terbakar,” terangnya.
Petugas pemadam kebakaran terus berupaya melakukan penyiraman ke titik api meski terkendala oleh akses menuju lokasi, banyaknya penonton serta minimnya sumber air di lokasi kebakaran tersebut.
“Jalan sempit, banyak yang nonton terus sumber air juga sulit,” terang Kabid Pemadaman dan Penyelamatan Disdamkar, Teguh Setyawardana.
Api berhasil dipadamkan satu jam kemudian setelah Damkar mengerahkan dua posko yakni Posko 7 dan Posko 2 serta dibantu pompa portable milik relawan.
“Satu bangunan toko minigrosir sembako yang terbakar,” unya.
Saat ini petugas kepolisian Polsek Sungai Pinang tengah mengumpulkan keterangan sejumlah saksi untuk menyelidiki penyebab pasti kebakaran.
Diduga penyebab kebakaran diakibatkan korsleting listrik dan kerugian ditaksir mencapai Rp 800 juta. (Zul)
Editor : A Risa








