Samarinda, Busam.ID –Rini Susilawati, Pelaksana Harian (PLH) Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Holtikultura (DPTPH) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), menginformasikan langkah-langkah yang diambil untuk mendorong partisipasi petani milenial dalam sektor pertanian.
“Dalam upaya meningkatkan generasi muda yang terlibat dalam pertanian, DPTPH Kaltim telah mengimplementasikan serangkaian inisiatif yang ditujukan untuk menarik minat petani milenial muda,” ucap Rini pada Busam.ID, Senin (3/7/23).
Rini Susilawati menjelaskan tentang pentingnya melibatkan generasi milenial dalam pertanian guna menjaga keberlanjutan sektor ini di masa depan.
“Petani milenial memiliki potensi besar untuk berinovasi dan menerapkan teknologi dalam praktik pertanian, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi,” jelasnya.
Satu langkah yang diambil adalah meluncurkan rangkaian program pelatihan dan pendampingan khusus bagi petani milenial.
“Program ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan dalam mengembangkan usaha pertanian mereka. Pelatihan mencakup berbagai aspek, mulai dari teknik bercocok tanam modern hingga manajemen usaha pertanian,” tambah Rini.
Selain itu, DPTPH Kaltim juga menjalin kemitraan dengan lembaga pendidikan dan perusahaan teknologi pertanian.
Kolaborasi ini bertujuan untuk memfasilitasi transfer pengetahuan dan teknologi kepada petani milenial.
Melalui kerja sama ini, petani milenial dapat memperoleh akses ke inovasi teknologi terkini, seperti aplikasi pertanian berbasis digital, sistem irigasi pintar dan penggunaan sensor untuk pemantauan tanaman.
Rini Susilawati juga menyampaikan pentingnya meningkatkan akses petani milenial terhadap pembiayaan dan pasar.
DPTPH Kaltim diketahui juga berupaya menjalin kerjasama dengan lembaga keuangan untuk memfasilitasi petani milenial dalam mendapatkan akses ke pembiayaan yang lebih mudah.
“Selain itu, upaya juga dilakukan untuk memperluas jaringan pasar bagi produk pertanian petani milenial, baik melalui kerjasama dengan supermarket, restoran, ataupun platform perdagangan online,” ucapnya.
Dalam mengatasi tantangan yang dihadapi oleh petani milenial, Rini Susilawati menyampaikan pentingnya memberikan pendampingan dan mentoring secara berkelanjutan.
Melalui program pendampingan, petani milenial dapat memperoleh bimbingan dari petani berpengalaman dalam mengelola usaha pertanian mereka.
“Hal ini bertujuan untuk meningkatkan keberhasilan dan keberlanjutan usaha pertanian generasi milenial,” imbuh Rini.
Dengan adanya langkah-langkah tersebut, DPTPH Kaltim berharap dapat semakin banyak petani milenial yang terlibat dalam sektor pertanian.
Partisipasi generasi muda ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan produksi pangan dan mencapai ketahanan pangan di Kaltim.
“Dalam upaya memajukan pertanian, DPTPH Kaltim siap terus mendukung dan membina petani milenial muda agar dapat mengembangkan usaha pertanian yang berkelanjutan dan inovatif,” tutup Rini.
(ADV/DPTPHKALTIM/RYAN)
Editor : A Risa


