Samarinda,Busam.ID-Sungai Karang Mumus (SKM) merupakan satu sungai yang ada di Kaltim. SKM merupakan anak sungai Mahakam yang membelah Kota Samarinda, ibukota Kaltim.
Masa dahulu, SKM menjadi sumber air mandi warga Tepian. Kini seiring perkembangan zaman dan kepadatan penduduk, SKM menjadi saluran parit warga kota, selain kanal masuk ke kota bagi kapal-kapal kecil yang membawa hasil laut. Kondisi SKM saat ini, bisa dibilang jauh lebih baik dari beberapa dekade silam. Pada masa lalu, hampir sepanjang Tepian SKM ditajak dan menjadi perkampungan atas air. Dampaknya, saluran air SKM mampet sehingga acap memicu banjir yang menjadi momok kota dengan geografis lebih rendah dari Sungai Mahakam kala pasang tinggi ini.
Kini, setelah hampir seluruh Tepian SKM dibebaskan dari permukiman warga melalui program relokasi, disusul penurapan dan penataan kawasan sehingga SKM mulai sedap dipandang, muncul masalah baru sebab tradisi masyarakat yang senang buang sampah ke sungai.
Masalah kebersihan yang sering terjadi di SKM adalah akibat pembuangan limbah domestik dan industri yang tidak terkelola dengan baik. Limbah tersebut dapat mencakup limbah padat, limbah cair, serta limbah berbahaya. Pembuangan limbah secara langsung ke sungai menyebabkan penumpukan sampah dan pencemaran air yang berdampak negatif pada lingkungan dan ekosistem sungai.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda telah melakukan upaya untuk menjaga kebersihan Sungai Karang Mumus. Program pembersihan rutin dilakukan demi mengurangi jumlah sampah yang mengendap di sungai. Selain itu, kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai juga ditingkatkan melalui kampanye edukasi dan partisipasi aktif dalam kegiatan pembersihan sungai.
Namun, meski telah dilakukan sekian upaya untuk menjaga kebersihan sungai oleh jajaran Pemkot Samarinda didukung warga yang peduli, ternyata masih diperlukan kerja sama lebih luas antara pemerintah, masyarakat dan sektor industri untuk mengatasi masalah polusi di Sungai Karang Mumus serta menjaga kelestariannya.
Endang Liansyah sebagai Kepala Dinas DLH kota Samarinda mengimbau agar masyarakat sadar terhadap lingkungan mereka sendiri. Ia juga mengimbau agar masyarakat dapat bekerja sama dengan pemerintah untuk sama-sama menjaga sungai Karang Mumus tetap bersih.
“Kalau tidak mau bantu kami bersihkan, jangan kotori. Setidaknya begitu. Harus ada kebersamaan, kalau bukan kita yang membersihkan lingkungan kita sendiri, mau siapa lagi yang membersihkannya?” tegas Endang.
Endang juga menambahkan bahwasannya DLH telah melakukan berbagai upaya, satu diantaranya yaitu sosialisasi-sosialisasi kepada masyarakat, agar warga sadar akan lingkungan mereka.
Terakhir Endang menyampaikan agar masyarakat membuang sampah pada tempatnya atau bak sampah yang disediakan di sekitar lokasi tinggal.
“Jadi mohonlah masyarakat jangan buang sampah ke sungai, kan sudah ada TPS, buanglah ke TPS. Kalau misalnya masyarakat membuang sampah ke TPS kan permasalahannya sudah selesai,” tutup Endang. (Alex)
Editor : A Risa


