Samarinda, Busam.ID –Sebanyak 8 utusan Kodim mewakili 10 daerah di Kaltim, Selasa (18/7/23) mengikuti kegiatan Tactical Floor Game (TFG) dalam operasi penanggulangan bencana alam khususnya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), di Aula Wira Yudha Markas Korem 091/ASN Jalan Gajah Mada Samarinda.
Komandan Korem (Danrem) 091/ASN, Brigjen TNI Yudhi Prasetiyo yang membuka secara resmi acara tersebut mengatakan, kegiatan ini selain bentuk silaturahmi dan koordinasi antar seluruh pihak dalam menangani bencana alam, juga dapat meningkatkan kemampuan dalam tanggap musibah bencana alam.
“Kegiatan yang diinisiasi oleh Korem 091/ASN ini melaksanakan pelatihan TFG tentang kebencanaan alam yang terjadi di wilayah Kaltim terutama Karhutla serta bencana banjir,” terang Yudhi Prasetiyo.

Selain melibatkan Kodim di 8 Kabupaten/Kota terdiri Samarinda, Tenggarong, Bontang, Kutai Timur, Berau, Penajam Paser Utara, Kutai Barat dan Tanah Grogot, sejumlah pihak terkait seperti Polres dan Polsek Basarnas, BPBD, Disdamkar, Dinas Kesehatan, BMKG, Diskominfo, Tagana dan relawan turut serta dalam kegiatan ini.
“Kita libatkan unsur yang sering melaksanakan kegiatan kebencanaan di wilayah Kaltim terutama relawan-relawan yang kerap terlibat dalam kebakaran juga kita hadirkan dalam TFG ini,” ucapnya.

Sementara itu, Komandan Kodim 0913 Penajam Paser Utara (PPU) Letkol Ardan Affandi mengatakan, untuk wilayah Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) hampir tidak pernah terjadi banjir.
“Di IKN itu potensi banjir hampir tidak ada. Yang ada genangan air karena luapan dari Sungai Sepaku ditambah dengan curah hujan cukup tinggi,” terang Ardan Affandi.
Ardan Affandi berharap kepada awak media dalam memberitakan fenomena alam yang terjadi di kawasan IKN agar lebih objektif dan lebih transparan.
“Sehingga pandangan masyarakat terhadap IKN itu tidak mempengaruhi secara signifikan melalui fenomena alam artinya banjir,” ucapnya.
Terkait Karhutla, Ardan Affandi mengatakan berdasarkan pemetaan dari pihak terkait potensi kebakaran hutan dan lahan akibat dengan adanya lahan gambut.
“Untuk wilayah PPU tidak ada lahan gambut, namun terjadi kebakaran hutan dikarenakan faktor masyarakat yang membuka lahan melalui pembakaran dan membakar sampah,” jelasnya.
Harapnya kepada semua unsur terkait dapat memberikan sosialisasi yang positif yang membangun kepada masyarakat dengan memberikan contoh tauladan, sehingga suasana yang sekarang kondusif diakibatkan karena fenomena alam, tidak berdampak terhadap Pembangunan IKN.
“Makanya kita, saya dan semua unsur yang terkait termasuk masyarakat, media dan pihak terkait lainnya turut memberikan sosialisasi yang postif,” pungkasnya. (Zul)
Editor : A Risa


