Samarinda, Busam.ID – Kabar tak mengenakkan menghampiri kubu Borneo FC Samarinda jelang pertandingan melawan RANS Nusantara di Stadion Segiri, Jumat (4/8/2023) besok. Pasalnya palang pintu andalan Pesut Etam Silverio Junio mendapat larangan bertanding sebanyak dua pertandingan dan didenda Rp10 juta.
Hal itu tertulis dalam surat Komisi Disiplin (Komdis) PSSI bernomor 030/L1/SK/KD-PSSI/VIII/2023 tertanggal 2 Agustus 2023, surat itu tertuju kepada Silverio usai insiden dengan Elias Dollah melawan Bali United 8 Juli 2023 lalu.
Tentu hal itu membuat Manajer Tim Borneo FC Dandri Dauri memberikan komentar keras. Dandri beranggapan, Komdis sengaja melakukan itu untuk menghambat perkembangan Borneo FC agar terus berprestasi.
“Saya sarankan ganti saja Komdis itu,” ucapnya dengan nada marah.
Dandri melanjutkan, Komdis sama sekali tidak memberikan kesempatan untuk Silverio menjawab perihal insiden tersebut dan selalu ada kalimat tidak boleh melakukan banding. Ia menganggap ini merupakan persoalan besar dan mengkebiri sang pemain maupun Borneo.
“Meski mau disubsidi Rp10 miliar sampai Rp20 miliar pun kalau tata cara penghukuman seperti ini, tidak bakal maju. Ini merupakan sinyal buruk bagi sepakbola Indonesia dan sistem pengambilan keputusan Komdis harus betul-betul dikaji ulang,” lanjutnya.
Dandri juga menyoroti kinerja wasit di tiap pertandingan, bahkan pihaknya sudah beberapa kali bersurat ke PSSI terkait hal-hal yang merugikan Borneo FC. Namun sampai hari ini pihaknya belum menerima balasan satupun.
“Ingat ya, Komdis bukan Dewa, bukan Malaikat. Catat itu!” tutupnya.
Sementara itu Direktur Utama Borneo FC Samarinda Ponaryo Astaman juga menganggap keputusan Komdis tidak fair. Karena kejadian sudah berlalu empat minggu dan hukuman baru diberikan H-1 sebelum melawan RANS.
Ponaryo melanjutkan, seorang deffender pasti berpikir dua kali untuk melakukan foul di area kotak pinalti. Menurut Popon sapaan akrabnya, kejadian itu bukan kesengajaan melainkan Silverio sedang melakukan clearence.
“Intinya kinerja Komdis harus dievaluasi, terkait hukuman yang diberikan. Rentang waktunya terlalu jauh, kejadian di pekan kedua masa hukuman dijatuhkan jelang laga lawan RANS,” tegasnya. (Adit)
Editor: M Khaidir


