Samarinda, Busam.ID –Setelah BMKG Samarinda memprediksi kemarau akan berakhir pada bulan Oktober 2023, sementara puncaknya terjadi pada bulan Agustus dan September ini, Gubernur Kalimantan Timur menilai kondisi sekarang merupakan tanda-tanda pengaruh El Nino.
Isran Noor menyampaikan jika kepala daerah se-Indonesia telah menerima arahan dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo untuk segera berupaya menanggulangi dampak dari El Nino tersebut.
“Dan kita sudah diarahkan oleh Bapak Presiden untuk segera berupaya sebisa mungkin melakukan antisipasi dalam menghadapi dampak El Nino ini,” terang Isran Noor usai pengukuhan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Provinsi Kalimantan Timur periode tahun 2023-2025 Jumat (4/8/2023) pagi, di komplek Kantor Gubernur Kaltim, Gedung Odah Etam Jalan Gajah Mada Samarinda.
Gubernur menyebut Pemprov sudah berkoodinasi dengan pihak terkait seperti Panglima Kodam VI Mulawarman, Kapolda Kaltim hingga ke level bawah seperti Bupati dan Walikota termasuk Dandim dan Kapolres untuk mengantisipasi dampak yang terjadi.
“Kita sudah sampaikan kepada semua pihak dan di Kaltim itu ada namanya sistem aplikasi yang dinamakan Aplikasi Lembuswana,” ungkap Isran Noor.
Aplikasi tersebut dapat memonitoring titik api di seluruh wilayah Kalimantan Timur yang nantinya akan bekerja sama dengan pihak kepolisian daerah setempat.
Dampak El Nino juga akan berefek pada kekeringan dan kekurangan air. Dampak ini pada akhirnya merembet terhadap suplai air ke pertanian dan menjadi kontrobutor utama gagal panen yang dialami petani.
“El Nino ini akan berdampak ke pangan, namun hal tersebut sudah kita antisipasi. Kita sudah berkoordinasi dengan Presiden, kemudian para Menteri, para Gubernur dan Bupati/Walikota, kita harus saling berkerjsama untuk mengantisipasi dampak El Nino ini,” tandas Isran.
Gubernur mengatakan Pemprov sudah mempersiapkan stok pangan daerah mengatasi dampak kekeringan ke depannya.
Masyarakat di Kaltim diimbau agar lebih efisien menggunakan air dan memanfaatkan air untuk menghidupkan tanaman.
“Saya sarankan setiap daerah harus efisien menggunakan air dan bagaimana air ini bisa bermanfaat untuk menghidupkan tanaman, itu satu langkah yang efisien,” urai Gubernur yang sering melontarkan kocak di tengah pidatonya ini.
Disinggung terkait penganggaran antisipasi dampak El Nino, Gubernur Kaltim menjawab sambil bercanda.
“Tenang saja Belanda sudah lari,” ucapnya dan berlalu menuju ke kantornya. (Zul)
Editor : A Risa


