Antisipasi Bullying, Disdikbud Samarinda Tekankan Pembentukan TPPK di Sekolah

Busam ID
Asli Nuryadin. Ft by Dok. Ryan/busam.id

Samarinda, Busam.ID -Terkait mulai maraknya kasus bullying di sekolah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda, mengimbau dan menekankan perlunya pembentukan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di semua jenjang pendidikan, terutama sejak tingkat SD hingga SMP.

Kepala Disdikbud Samarinda, Asli Nuryadin menyampaikan hal ini saat diwawancarai tim Busam,ID Sabtu (30/9/23).

Perlunya pembentukan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di seluruh jenjang pendidikan yang dimulai dari SD hingga SMP, menurut Asli merupakan langkah dini antisipasi terjadinya bullying yang dapat berujung pada tindakan dan kekerasan fisik.

Himbauan ini terang Asli, merujuk pada Permendikbudristek No 46 Tahun 2023 yang mengatur Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan (PPKSP).

“Pembentukan TPPK di setiap sekolah memiliki peran penting dalam mencegah dan menangani kekerasan di lingkungan pendidikan. Tim ini sebagian besar terdiri dari tenaga kependidikan di sekolah masing-masing,” papar Asli.

Ia juga memberikan contoh positif sekolah di Samarinda yang sudah memiliki TPPK yakni SMPN 35. Di sekolah ini TPPK sudah dibentuk sejak keluarnya Permendikbudristek No 46 Tahun 2023.

Karena itu, seiring mulai maraknya kasus bullying di sekolah, Asli mengimbau dan menekankan sekolah-sekolah untuk segera membentuk lembaga TPPK, apalagi sudah ada dasar hukumnya.

Namun Nuryadin juga mengingatkan, bahwa siswa tidak seharusnya menjadi anggota TPPK.

“Hal ini disebabkan oleh potensi dampak negatif yang bisa dialami siswa yang terlibat dalam penanganan kasus kekerasan, yang dapat mempengaruhi kesehatan fisik dan mental mereka,” paparnya.

Ia lebih menekankan peran siswa sebagai agen perubahan pendidikan tanpa kekerasan.

Selain peran yang ada di sekolah, ia juga menekankan peran penting orang tua dalam mengawasi anak-anaknya di rumah, terutama dalam penggunaan ponsel.

“Kita harap orang tua yang berada di rumah, bisa untuk aktif dalam mengawasi anak-anaknya demi melindungi mereka dari dampak negatif di dunia maya, karena memang berbahaya dampak hp jika tidak diawasi,” kata Nuryaddun.

Dalam upaya bersama untuk mengatasi masalah ini, langkah-langkah yang diambil oleh pihak sekolah dan dukungan orang tua sangatlah penting.

“Keharmonisan antara edukasi dan pengawasan di lingkungan sekolah dan di rumah pastinya kita harapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan sehat bagi siswa terutama di Kota Samarinda,” tutup Nuryaddin. (Ryan)

Editor : A Risa

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *