Sangatta,Busam.ID-Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), mengembangkan program pemanfaatan pupuk kandang menjadi pupuk organik. Program ini telah diterapkan di lima kecamatan, yaitu Kaubun, Kombeng, Loma, Sangatta Utara dan Sangatta Selatan.
Kepala DTPHP Kutim Dyah Ratnaningrum mengatakan, program ini bertujuan untuk membantu para peternak atau petani untuk meningkatkan produktivitasnya. Selain itu, program ini juga dapat mengurangi pencemaran lingkungan.
“Kami berharap program ini dapat membantu para peternak atau petani untuk meningkatkan produktivitasnya. Selain itu, program ini juga dapat mengurangi pencemaran lingkungan,” ungkap Dyah saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (4/11/2023).
Dyah juga mengatakan sudah ada perusahaan yang mau menampung kotoran ternak sapi dengan harga Rp1000 per kilogram.
“Ini merupakan peluang bagi para peternak sapi untuk menambah penghasilan,” kata Dyah.
Kotoran sapi tersebut kemudian diolah menjadi pupuk organik dengan bantuan mesin pencacah dan mesin pengfermentasi. Pupuk organik yang dihasilkan kemudian dijual kepada petani di sekitar tempat tinggalnya.
Pupuk organik yang dihasilkan dari letong ini memiliki kualitas yang baik dan harganya lebih murah dibandingkan pupuk kimia.
“Saat ini pupuk kimia kan susah dicari. Pupuk organik yang saya hasilkan memiliki kualitas yang baik dan harganya lebih murah dibandingkan pupuk kimia,” ungkap Dyah.
“Saya berharap program ini dapat terus dilanjutkan agar ikut membantu lebih banyak peternak dan petani,” imbuhnya.
Program pemanfaatan pupuk kandang menjadi pupuk organik ini merupakan salah satu upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan mengurangi penggunaan pupuk kimia, juga lebih ramah lingkungan. Program ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi para peternak dan petani, serta masyarakat secara umum.
“Pupuk organik dari kotoran sapi, bermanfaat tidak saja meningkatkan kesuburan tanah, juga meningkatkan produktivitas tanaman. Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap hama dan penyakit, di samping juga mengurangi pencemaran lingkungan. (Nan/AdvKutim)
Editor : A Risa


