Samarinda, Busam.ID – Aksi perubahan sistem Rapak di Kukar dilakukan untuk meningkatkan produktivitas padi di daerah tersebut. Selain itu, program ini juga merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan petani lokal.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutai Kartanegara (Kukar), Muhammad Taufik mengatakan, program ini telah mencapai tahap finalisasi. Data yang dihasilkan nantinya akan menjadi dasar bagi berbagai pihak untuk merencanakan kebutuhan sarana produksi.
“Program ini akan menjadi database utama yang bisa digunakan oleh UPTD, BPP, serta berbagai bidang di Distanak Kukar untuk menyusun kebutuhan sarana produksi,” kata Muhammad Taufik Kamis (21/11/2024).
Ia menyebut, Rapak Kukar selama ini menyumbang sekitar 46 persen dari total produksi padi di Kalimantan Timur (Kaltim). Taufik menerangkan, target produktivitas padi Kukar pada 2024 adalah 4,3 ton per hektare, naik dari capaian sebelumnya yang berkisar antara 4,1-4,2 ton per hektare.
“Peningkatan produktivitas ini memang naiknya bertahap, dari 3,7 ton per hektare tahun lalu, sekarang jadi 4,1 hingga 4,3 ton. Targetnya untuk padi di 2024 yakni 4,3 ton, ujarnya.
Ia berharap dengan adanya database dari program Rapak Kukar, proses perencanaan produksi pertanian dapat lebih akurat.
“Semoga langkah ini dapat menjaga stabilitas produktivitas di tengah tantangan berkurangnya lahan,” pungkasnya. (ody/adv/distanakkukar)
Editor: Lisa


