Samarinda, Busam.ID – Kecamatan Muara Wis, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kini menjadi salah satu wilayah yang berhasil mengembangkan sistem penanaman padi terapung di kawasan Danau Semayang. Sistem ini tidak hanya mencerminkan kearifan lokal masyarakat Desa Muara Enggelam, tetapi juga menjadi solusi adaptif terhadap kondisi geografis setempat.
Camat Muara Wis, Fadhli Annur, mengungkapkan bahwa sawah terapung di Desa Muara Enggelam memanfaatkan kondisi air danau yang memiliki tingkat keasaman atau pH 5,5 hingga 7.
“Keasaman air yang sedikit asam hingga netral sangat mendukung pertumbuhan padi, sehingga hasilnya cukup baik tanpa perlu penggunaan pupuk kimia berlebihan,” ujarnya pada Senin (18/11/2024).
Selain itu, sawah terapung ini hanya menggunakan pestisida organik. Penggunaan bahan alami ini dinilai ramah lingkungan dan tidak merusak habitat ikan yang hidup di sekitar sawah.
“Pestisida organik menjadi pilihan masyarakat karena selain aman bagi manusia, keberadaan ekosistem danau tetap terjaga,” tambahnya.
Hasil panen padi terapung ini tidak diperjualbelikan, melainkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat setempat. Terakhir, Fadhli menambahkan bahwa sistem padi terapung merupakan salah satu bentuk adaptasi unik yang diwariskan secara turun-temurun.
“Kearifan lokal ini menunjukkan kemampuan masyarakat untuk bertahan dan berinovasi di tengah keterbatasan lahan produktif,” tandasnya. (azmi/adv/distanakkukar).
Editor: Lisa


