Andalkan Pupuk Organik, Petani Cabai Muara Kaman Hulu Atasi Penyakit Patek

Busam ID
Patek di tanaman Cabai. (Istimewa)

Samarinda, Busam.ID – Petani cabai di Desa Muara Kaman Hulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, menghadapi tantangan serius dengan penyakit patek (antraknosa) yang menyerang tanaman mereka. Namun, melalui penggunaan pupuk organik dan perawatan intensif, Kelompok Putra Tani berhasil menyelamatkan ratusan tanaman cabai yang terdampak.

Sekretaris Kelompok Putra Tani Desa Muara Kaman Hulu, Roni Tumiansyah, menjelaskan bahwa penyakit patek merupakan salah satu ancaman terbesar bagi tanaman cabai di wilayah tersebut.

“Penyakit cabai yang susah diobati adalah patek,” ujar Roni pada Jumat (22/11/2024).

Roni menceritakan bahwa sebelumnya ada 200 pohon cabai yang terserang patek. Namun, berkat perawatan intensif menggunakan pupuk organik selama 21 hari, mereka berhasil menyelamatkan tanaman tersebut.

“Kemarin 200 pohon kena patek, namun dengan perawatan intens selama 21 hari mereka bisa diselamatkan,” tambahnya.

Menurut Roni, penggunaan pupuk organik menjadi solusi yang efektif sekaligus ramah lingkungan untuk mengatasi penyakit tanaman. Ia juga menekankan pentingnya perawatan rutin dan pemantauan dini untuk mencegah penyebaran penyakit lebih luas.

“Perawatan intensif sangat penting, terutama jika serangan penyakit sudah mulai terlihat. Kami berusaha menjaga tanaman agar tetap produktif,” katanya.

Roni berharap para petani di Desa Muara Kaman Hulu dapat terus meningkatkan pengetahuan mereka tentang pengendalian hama dan penyakit tanaman, termasuk penggunaan metode alami seperti pupuk organik. Ia juga mengajak pemerintah dan lembaga terkait untuk memberikan pelatihan dan pendampingan lebih lanjut.

“Keberhasilan dalam mengatasi serangan patek ini menjadi bukti bahwa dengan penanganan yang tepat, petani dapat meminimalkan kerugian dan menjaga produktivitas tanaman cabai di lahan ini,” tandasnya. (bing/adv/distanakkukar)

Editor: Lisa

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *