Manfaatkan Bibit Lokal dan Kemasan, Petani Sumber Sari Kembangkan Budidaya Kemangi

Busam ID
Lahan pertanian kemangi di Desa Sumber Sari, Kecamatan Loa Kulu. (Ody/Busam.id)

Samarinda, Busam.ID – Petani di Desa Sumber Sari, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mendapatkan banyak keuntungan dari menanam kemangi. Salah satunya yang diungkapkan oleh Misnanto yang saat ini membudidayakan kemangi dari bibit lokal dan kemasan.

Bedanya, jika bibit kemasan memiliki daun yang besar dan lebar, sedangkan bibit lokal daunnya relatif kecil. Ia membudidayakan kemangi di atas lahan seluas setengah hektare.

“Panen bisa 1.000 ikat. Biasanya guntingan yang kedua lebih banyak karena tunas mudanya banyak,” ungkapnya, Senin (25/11/2024).

Cara memanen kemangi tergolong mudah dengan memotong batang kemangi menggunakan gunting. Metode ini memberikan peluang terhadap tanaman tersebut untuk kembali bertunas.

“Paling lambat satu minggu ke depan panen lagi. Kalau dirawat bagus,” ujarnya.

Menurut dia, budidaya kemangi membutuhkan modal yang lebih kecil dibandingkan tanaman-tanaman lain. Misnanto menjelaskan hal ini serupa dengan tanaman kangkung, bedanya terletak pada waktu penanamannya.

“Waktu panennya agak lama. Dari semai biji itu sampai panen 35 hari sudah panen. Dari semai 15 hari. Usia pas pemindahan ke lahan itu sekitar 20 hari,” sebutnya.

Ia mengaku, kemangi adalah tanaman yang paling stabil harganya serta perawatannya juga tergolong mudah. Sekalipun sempat mengalami penurunan harga, namun dipastikan tidak akan bertahan lama.
Dirinya sendiri menjual kemangi dengan harga Rp 4.000 per ikat, namun pada momen tertentu, harganya bisa naik hingga Rp 10.000.

“Harga kemangi sekarang itu Rp7.000 per ikat. Kalau sekala perkebunan, Rp.4.000 itu masih untung, tapi sedikit saja,” ucapnya.

Dirinya menjual kepada pengepul yang biasanya mendatangi kebun yang bearada di Sumber Sari.
Ia menyebut kebutuhan sayur hijau seperti kemangi di Kaltim masih tinggi. Kemangi yang dipanen akan dijual ke berbagai daerah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Pendistribusiannya di Tenggarong, Kota Bangun, Melak, Loa Janan, Samarinda, dan Balikpapan,” tutupnya. (ody/adv/distanakkukar)

Editor: Lisa

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *