Samarinda, Busam.ID – Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menegaskan pentingnya penataan Daerah Aliran Sungai (DAS) secara menyeluruh untuk mengatasi banjir, terutama di Samarinda.
“Penanganan tidak bisa hanya di Karang Mumus. Kita harus lihat sungai-sungai besar seperti Mahakam, Berau Kelai, Karangan, dan Kendilo,” ucapnya saat diskusi bersama TESD Unmul, Kamis (12/6/2025).
Ia menyoroti kondisi kritis Danau Jempang, Melintang, dan Semayang yang kini dangkal akibat sedimentasi. Ini, kata Seno, memperparah banjir di wilayah Mahakam dalam 15–20 tahun terakhir.
Perubahan tutupan lahan dan buruknya drainase memperparah kondisi. Seno juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dan penggunaan sistem informasi geospasial (SIG) untuk mendukung perencanaan.
Pemprov Kaltim menargetkan pengurangan genangan hingga 2.971 hektare dan perbaikan 68% sistem drainase hingga 2030, dengan anggaran Rp379 miliar. Penanganan mencakup Samarinda, Bontang, Balikpapan, hingga Berau.
“Banjir ini soal tata kelola. Kalau sungai kita urus bareng-bareng, air tidak akan semaunya,” tutupnya.(Adit/adv/diskominfokaltim)
Editor: M Khaidir


