Samarinda, Busam.ID- Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kaltim Sri Wahyuni membuka Rapat Koordinasi Teknis (Rakontek) Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana se-Kaltim 2025 di Ruang Tepian II Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (18/6/2025). Kegiatan ini digelar BPBD Kaltim dan diikuti 44 peserta dari BPBD kabupaten/kota, perangkat daerah, hingga NGO.
Sri menyampaikan pentingnya pergeseran paradigma penanggulangan bencana dari reaktif ke preventif. “Dulu BPBD itu fokus penanganan pasca bencana. Tapi sekarang, tidak hanya pengobatan tapi juga di aspek pencegahannya,” ujarnya.
Ia mendorong setiap daerah menyusun kalender bencana dan peta rawan yang disertai dengan prakiraan waktu kejadian. “Meskipun siklus alam sekarang terjadi anomali, itu tidak mengurangi kesiapsiagaan kita untuk menyiapkan prakondisi,” tegasnya.
Sri menyoroti banjir dan longsor sebagai bencana paling dominan di Kaltim. “Kesadaran untuk mengurangi risiko dan mengatasi saat bencana datang harus dibangun ke seluruh lapisan masyarakat,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor. “Jadikan Rakontek ini sarana pertukaran pengalaman dan rumusan solusi pengurangan risiko bencana,” pesan Sri.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kaltim, Tresna Rosano, menambahkan Rakontek bertujuan merumuskan kebijakan dalam menghadapi hambatan pengurangan risiko bencana di Kaltim.(Adit/adv/diskominfokaltim)
Editor: M Khaidir


