Sosper Pendidikan Pancasila dan Wasbang di Long Bagun, Abdul Rahman Agus Sebut Bekal Penting untuk Merawat Persatuan di Mahulu

Busam ID
Suasana Sosialisasi Perda Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Long Bagun oleh Abdul Rahman Agus foto by NT

Mahakam Ulu, Busam.ID — Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan digelar di Gedung BPU Long Bagun Ulu, Kecamatan Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu, Sabtu (7/12/2025). Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yakni Muhammad Aidil Shiddiq dan Yosep Lasah (perwakilan swasta), dengan M. Rendi Rifaldy sebagai moderator.

Anggota DPRD Kalimantan Timur dari Dapil Kutai Barat-Mahakam Ulu sekaligus politisi Fraksi PAN, Abdul Rahman Agus, membuka kegiatan tersebut dan menegaskan bahwa sosialisasi ini sangat penting dalam menjaga persatuan serta memperkuat karakter kebangsaan di wilayah yang beragam seperti Mahulu.

Mahakam Ulu adalah daerah dengan keberagaman suku, budaya, dan latar belakang masyarakat. Perda ini menjadi panduan agar nilai Pancasila terus hidup dan diamalkan dalam keseharian. Kita ingin masyarakat, terutama generasi muda, memiliki pemahaman kebangsaan yang kuat dan tetap menjaga persatuan di tengah perbedaan,” ujar Abdul Rahman Agus.

Ia menambahkan bahwa tantangan kebangsaan saat ini semakin kompleks, mulai dari arus informasi digital, masuknya paham-paham yang dapat memecah belah, hingga potensi konflik sosial. Karena itu, Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan harus menyentuh seluruh lapisan masyarakat, termasuk daerah pedalaman dan perbatasan seperti Mahulu.

Perda ini tidak hanya bicara teori, tetapi bagaimana nilai-nilai itu diterapkan dalam kehidupan nyata. Semangat toleransi, gotong royong, dan saling menghargai harus terus ditanamkan agar Mahulu tetap aman, harmonis, dan maju,” tegasnya.

Para narasumber dalam kesempatan tersebut memaparkan materi tentang sejarah lahirnya Pancasila, pemahaman Undang-Undang Dasar 1945, makna Bhinneka Tunggal Ika, hingga prinsip dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Materi menekankan pentingnya membangun kesadaran bersama untuk merawat keberagaman dan menjaga persatuan.

Kegiatan ini berlangsung interaktif, dengan peserta yang antusias memberikan pertanyaan dan berdiskusi terkait isu kebangsaan di tingkat lokal.

Abdul Rahman Agus berharap sosialisasi ini dapat menjadi gerakan bersama masyarakat Mahulu untuk memperkuat karakter kebangsaan. “Saya ingin kegiatan seperti ini tidak berhenti di ruangan ini saja. Nilai-nilai Pancasila harus diteruskan dalam keluarga, lingkungan, hingga komunitas. Kita semua punya tanggung jawab menjaga NKRI, terutama di wilayah perbatasan seperti Mahulu,” pungkasnya.(Adit)

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *