Dapur Rumah Warga di Samarinda Amblas Terseret Longsor

Busam ID
Kondisi rumah Isfahani di Perumahan Borneo Mukti 2, mengalami rusak cukup parah usai longsor yang terjadi Minggu (1/2/2026) dini hari. Foto by Zulkarnain

Samarinda, Busam.ID – Bagian belakang sebuah rumah di Perumahan Borneo Mukti 2 Blok I, RT 41, Kelurahan Mugirejo, Kecamatan Sungai Pinang, tampak amblas dan nyaris terputus dari bangunan utama. Area dapur yang sebelumnya menjadi tempat aktivitas keluarga, kini runtuh dan terseret ke arah danau akibat longsor yang terjadi Minggu (1/2/2026) dini hari.

Peristiwa tersebut dialami langsung pemilik rumah, Muhammad Isfahani. Ia menuturkan, kejadian berlangsung sekitar pukul 01.00 Wita saat dirinya dan istri tengah tertidur. Suara gemuruh keras tiba-tiba membangunkan mereka dari tidur.

“Saat membuka jendela, saya mendapati tanah di bagian belakang rumah sudah longsor. Dapur rumah amblas seluruhnya. Dalam kondisi panik, langkah pertama yang saya lakukan adalah mengevakuasi sang istri dan anak ke bagian depan rumah untuk menyelamatkan diri,” ungkap Isfahani.

Isfahani mengaku, sebelum kejadian sebenarnya sempat muncul tanda-tanda. “Salah satu keramik lantai di dapur rumah terlihat turun. Saya kira hanya pergeseran tanah biasa dan tidak menyangka akan berujung longsor besar yang merusak bangunan rumah,” terangnya.
Isfahani menyebut, TRC BPBD Kota Samarinda sudah melakukan pendataan di lokasi longsor serta pembersihan area longsor.

“3 personil BPBD Kota datang dan membersihkan dahan pohon yang menimpa rumah akibat longsor,” sebutnya.

Ketua RT 41 Kelurahan Mugirijo, Jainuri, mengatakan longsor terjadi mengakibatkan bagian belakang rumah warga runtuh ke arah danau. Di dalam rumah tersebut terdapat 6 orang anggota keluarga, namun dipastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

“Sebagai langkah awal penanganan, bersama warga melakukan pembersihan puing dan menutup area longsoran menggunakan terpal. Serta membuat galian untuk aliran air agar tidak langsung mengarah ke lokasi longsor. Upaya ini dilakukan untuk mencegah air hujan langsung mengenai tanah agar longsor tidak semakin meluas,” terangnya saat ditemui di lokasi longsor.

Hingga kini, warga masih waspada terhadap potensi longsor susulan, terutama saat hujan turun, mengingat kondisi tanah di sekitar lokasi masih labil. (zul)
Editor: M Khaidir

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *