Samarinda, Busam.ID – Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji bersama Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim memantau langsung perkembangan proyek pengalihan jalan tambang Gurimbang–Talisayan milik PT Berau Coal, guna memastikan kelancaran akses logistik yang menjadi penopang aktivitas ekonomi daerah.
Kepala Dinas ESDM Kaltim, Bambang Arwanto, mengatakan kunjungan kerja tersebut dilakukan untuk melihat progres pembangunan sekaligus memastikan aspek keselamatan dan efisiensi operasional tetap menjadi prioritas.
“Kunjungan kerja kami ke area pengembangan infrastruktur pengalihan Jalan Gurimbang-Talisayan PT Berau Coal ini bertujuan meninjau langsung progres pembangunan agar tetap mengutamakan aspek keselamatan serta efisiensi operasional,” ucapnya saat dikonfirmasi, Kamis (19/2/2026).
Bambang menjelaskan, proyek infrastruktur tersebut mengalami sejumlah penyesuaian desain dibandingkan rencana awal. Perubahan paling signifikan terdapat pada panjang trase jalan yang bertambah dari 4,7 kilometer menjadi 7,6 kilometer.
“Meskipun terjadi penambahan jarak tempuh secara fisik, tim teknis memastikan bahwa hal tersebut tidak akan menghambat waktu operasional pengangkutan,” tegasnya.
Menurutnya, desain geometri jalan yang lebih lurus dan landai justru menjadi faktor kunci dalam meningkatkan efisiensi pergerakan kendaraan logistik. Jalur lama sebelumnya dinilai cukup menantang karena banyak tikungan tajam dan kemiringan curam yang membuat mesin kendaraan bekerja lebih berat.
“Berdasarkan perhitungan teknis di lapangan, waktu perjalanan justru mengalami peningkatan efisiensi yang cukup menggembirakan bagi operasional perusahaan,” jelas Bambang.
Ia memaparkan, waktu tempuh yang sebelumnya sekitar 9,6 menit kini dapat dipangkas menjadi kurang lebih sembilan menit berkat rekayasa teknis yang lebih matang.
Selain efisiensi waktu, peningkatan spesifikasi juga dilakukan pada dimensi bahu jalan untuk mendukung keselamatan. Lebar bahu jalan diperluas dari dua meter menjadi 2,5 meter guna memberikan ruang manuver saat kondisi darurat, sementara lebar badan jalan utama tetap dipertahankan tujuh meter untuk mendukung lalu lintas dua arah kendaraan besar.
“Peningkatan spesifikasi infrastruktur ini diharapkan mampu memberikan tingkat kenyamanan berkendara yang lebih optimal bagi seluruh pengemudi unit operasional,” tutupnya. (adit)
Editor: M Khaidir


