Samarinda,Busam.ID – Suasana tenang di Jalan Wijaya Kusuma 10, RT 17, Kelurahan Air Putih, Kecamatan Samarinda Ulu, mendadak berubah mencekam, Jumat (20/2/2026) sekitar pukul 23.20 Wita. Api tiba-tiba membumbung tinggi dari salah satu rumah warga dan dalam waktu singkat menjalar ke bangunan lain yang berdempetan.
Muksin, salah satu penghuni rumah, menuturkan saat kejadian dirinya baru saja pulang kerja dan beristirahat. Ia terbangun setelah mendengar teriakan.
“Saya baru pulang kerja, lagi tidur. Tiba-tiba ada teriakan. Anak saya yang bangunkan. Pas saya keluar, api di ujung kamar sudah tinggi sekali,” ujarnya.
Menurutnya, api pertama kali terlihat dari kamar di bagian ujung rumah yang ditempati anaknya. Ia sempat berupaya mengambil ember untuk menyiram api, namun kobaran sudah terlalu besar.
“Saya mau ambil ember, tapi lihat api sudah tinggi, rasanya tidak mungkin dipadamkan sendiri. Saya langsung keluar minta bantuan,” katanya.
Rumah tersebut merupakan bangunan panjang yang dibagi menjadi 5 pintu dan dihuni 1 keluarga besar, orang tua, kakak, adik, hingga anak-anak. Saat kejadian, sebagian besar penghuni berada di dalam rumah, namun berhasil menyelamatkan diri. Tidak ada laporan korban jiwa.
Muksin memastikan sebelum kebakaran tidak ada aktivitas memasak di dalam rumah karena dapur berada di luar. Ia juga tidak mendengar suara ledakan sebelum api membesar.
Sementara itu, Komandan Regu Pos 3 Disdamkar Samarinda, Tri Indarto, mengatakan untuk sementara, 3 rumah terbakar dengan jumlah terdampak kurang lebih 16 jiwa.
“Proses pemadaman berlangsung sekitar 1 jam. Dinas menurunkan 2 posko dengan 5 unit armada, dibantu relawan, PMK, dan unsur terkait lainnya,” terangnya.
Kendala utama dalam pemadaman adalah akses jalan yang sempit serta minimnya sumber air di kawasan tersebut.
“Secara teknis tidak terlalu signifikan, hanya akses jalan sempit dan sumber air sangat minim. Tapi alhamdulillah warga membantu memberikan akses agar petugas bisa mendekati titik api,” tambahnya.
Untuk sementara, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. (zul)
Editor: M Khaidir


