Terowongan Selili Butuh Tambahan Rp90 Miliar

Busam ID
DPRD bersama kontraktor dan Dinas PUPR Samarinda saat sidak terowongan Samarinda. Foto by Uca/Busam.Id

Samarinda, Busam.ID – Penanganan longsor di proyek Terowongan Selili Samarinda jadi perhatian. Meski perpanjangan struktur di sisi inlet dan outlet telah rampung, muncul estimasi tambahan anggaran sekitar Rp90 miliar untuk pekerjaan lanjutan.

Hal itu terungkap saat Komisi III DPRD Samarinda melakukan sidak dengan meninjau sisi inlet di Jalan Sultan Alimudin hingga outlet di Jalan Kakap, guna memastikan progres penanganan longsor sebelum terowongan difungsikan, Senin (2/3/2026).

Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengatakan dari paparan kontraktor, perpanjangan struktur untuk mengatasi longsor di sisi inlet telah dibangun sepanjang 72 meter dan di sisi outlet 54 meter, sehingga total tambahan mencapai 126 meter.

“Dengan penambahan struktur itu kurang lebih dananya Rp32 miliar, mestinya sudah cukup kuat menahan potensi longsor di sisi inlet, baik kanan maupun kiri,” ujarnya.

Namun dalam kunjungan tersebut juga disampaikan adanya estimasi kebutuhan tambahan anggaran sekitar Rp90 miliar. Jika direalisasikan, total biaya penanganan bisa mencapai lebih dari Rp120 miliar.

Menurut Deni, angka tersebut perlu dikaji ulang karena sebelumnya sudah dilakukan penguatan struktur dengan ketebalan mencapai 50 sentimeter. “Angka Rp90 miliar ini cukup besar. Kita sudah tambahkan struktur perkuatan, harusnya tidak banyak lagi penambahannya,” tegasnya.

Terpisah, Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPR Samarinda, Hendra Kusuma, memastikan tambahan anggaran tersebut belum diusulkan dalam APBD murni dan masih dalam proses.

“Belum diusulkan. Itu hasil perencanaan dan nanti kami proses sesuai mekanisme,” katanya.
Sementara, Cost Control PT PP, Reyhan Surya, menjelaskan estimasi Rp90 miliar mencakup sejumlah pekerjaan tambahan, antara lain pelandaian lereng (regrading) di sisi inlet, penambahan ground anchor, waller beam, serta penimbunan kembali di atas perpanjangan struktur terowongan. Untuk sisi outlet, pekerjaan difokuskan pada penambahan ground anchor dan waller beam tanpa regrading.
Ia menambahkan, desain teknis masih dalam proses asistensi dan digabung ke tahapan persetujuan layak fungsi. “Secara pemodelan dan perhitungan struktur, safety factornya sudah kami upayakan memenuhi,” tutupnya. (uca)
Editor: M Khaidir

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *