Samarinda, Busam.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi pola musim kemarau di Kaltim 2026 tidak mengalami perubahan signifikan. Awal kemarau diperkirakan tetap terjadi Juli hingga Agustus seperti pola klimatologi sebelumnya.
Ketua Tim Data dan Informasi Stasiun Meteorologi SAMS Sepinggan Balikpapan, Carolina Meylita, mengatakan kondisi di Kaltim berbeda dengan sejumlah wilayah Indonesia yang diprediksi mengalami kemarau lebih awal di 2026.
“Untuk Kaltim sendiri masih dalam kategori normal. Biasanya awal musim kemarau terjadi pada Juli hingga Agustus, dengan puncak kemarau pada Agustus,” ujarnya, Jumat (6/3/2026).
Secara nasional, BMKG memprediksi sebagian wilayah Indonesia akan memasuki musim kemarau lebih cepat dari rata-rata klimatologinya. Perubahan ini dipengaruhi berakhirnya fenomena La Niña lemah di Februari 2026 yang kemudian bergerak menuju fase netral dan berpotensi berkembang menjadi El Niño di pertengahan tahun.
BMKG mencatat sebanyak 114 zona musim atau sekitar 16,3 persen wilayah Indonesia diperkirakan mulai memasuki kemarau April 2026. Kemudian 184 zona musim atau sekitar 26,3 persen wilayah lainnya menyusul pada Mei, serta 163 zona musim Juni 2026.
Meski begitu, Carolina menegaskan Kaltim tidak termasuk wilayah yang mengalami percepatan awal musim kemarau karena pola klimatologinya masih stabil. “Jadi di Kaltim tidak termasuk wilayah yang maju atau mundur awal musim kemaraunya. Polanya masih sesuai kondisi normal yang biasa terjadi,” tutupnya. (uca)
Editor: M Khaidir


