Samarinda, Busam.ID – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur (Kaltim) terus mendorong pembangunan infrastruktur berkelanjutan di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah pembangunan jembatan satwa (wildlife crossing) di ruas Jalan Tol IKN Segmen 3B-2 Kariangau – Simpang Tempadung.
Pembangunan fasilitas ini dirancang untuk menjaga konektivitas habitat satwa liar sekaligus mengurangi potensi konflik antara satwa dengan aktivitas lalu lintas di kawasan tol yang tengah dibangun.
Jembatan satwa tersebut dibangun di dua titik strategis, yakni pada STA 8+325 dan STA 10+025. Kedua lokasi ini merupakan jalur lintasan alami berbagai satwa yang hidup di kawasan hutan sekitar proyek pembangunan IKN.
Secara teknis, konstruksi jembatan menggunakan struktur Corrugated Steel Plate (CSP) dengan diameter bentang sekitar 25 meter dan tinggi lengkung mencapai 12,7 meter. Struktur ini diperkuat dengan beton arch slab setebal 1 meter guna menjamin kekuatan dan daya tahan jembatan.
Selain itu, pondasi yang digunakan berupa bore pile berdiameter 1,2 meter dengan kedalaman antara 14 hingga 21 meter, sehingga mampu menopang struktur secara optimal di kondisi tanah setempat. Untuk mendukung stabilitas, juga digunakan timbunan mortar busa dengan volume sekitar 14.000 meter kubik.
Keberadaan jembatan satwa ini menjadi penting mengingat kawasan tersebut merupakan habitat berbagai satwa endemik Kalimantan, seperti orangutan, bekantan, macan dahan, hingga beruang madu yang kerap melintasi area tersebut.
Kepala BBPJN Kaltim, Yudi Hardiana, menegaskan pembangunan jembatan satwa merupakan bagian dari komitmen menghadirkan infrastruktur yang selaras dengan pelestarian lingkungan.
“Pembangunan jembatan satwa ini menjadi bentuk nyata komitmen kami dalam menerapkan prinsip pembangunan berkelanjutan di kawasan IKN. Infrastruktur yang dibangun tidak hanya berorientasi pada konektivitas, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem,” ucapnya kepada Busam.ID, Selasa (17/3/2026).
Ia menambahkan, kehadiran wildlife crossing diharapkan mampu menjaga jalur migrasi satwa tetap berjalan tanpa terganggu oleh aktivitas manusia.
“Kami ingin memastikan mobilitas satwa tetap terjaga, sekaligus meminimalkan risiko kecelakaan akibat perlintasan satwa di jalan tol. Ini adalah bagian dari konsep green infrastructure yang terus kami dorong,” jelasnya.
Ia menyebut, BBPJN Kaltim bersama para pemangku kepentingan akan terus mengedepankan aspek lingkungan dalam setiap pembangunan infrastruktur di kawasan IKN. Dengan demikian, pembangunan tidak hanya mendukung konektivitas wilayah, tetapi juga menjaga keberlanjutan ekosistem dan keanekaragaman hayati.
Keberadaan jembatan satwa ini diharapkan menjadi solusi inovatif dalam mengintegrasikan pembangunan jalan tol dengan upaya pelestarian lingkungan hidup di kawasan IKN. (adit)
Editor: M Khaidir


