Samarinda, Busam.ID – Di balik kasus mutilasi yang mengguncang Samarinda saat momen Lebaran, terungkap motif utama yang melatarbelakangi aksi keji tersebut. Dendam pribadi dan keinginan menguasai harta korban menjadi pemicu utama pembunuhan berencana itu.
Kapolresta Samarinda, Hendri Umar, mengungkapkan 2 pelaku telah lama menyimpan sakit hati terhadap korban. Rasa dendam itu dipicu oleh tuduhan korban yang menyebut adanya hubungan terlarang antara keduanya.
“Pelaku merasa tersinggung dan sakit hati atas tuduhan tersebut, sehingga memicu niat untuk menghabisi korban,” jelasnya dalam konferensi pers, Minggu (22/3/2026).
Tak hanya itu, motif lain yang memperkuat niat pelaku adalah keinginan untuk menguasai barang-barang milik korban. Sejumlah aset seperti kendaraan bermotor, telepon genggam, hingga barang berharga lainnya menjadi target yang ingin dikuasai setelah korban dihabisi.
“Kombinasi antara dendam dan motif ekonomi ini kemudian berkembang menjadi rencana matang yang disusun sejak awal tahun. Kedua pelaku bahkan telah memikirkan skenario pascakejadian, termasuk cara menghilangkan jejak,” ungkapnya.
Polisi masih mendalami motif lainnya selain dari dendam dan hasrat kuasai harta korban termasuk apakah kedua pelaku memiliki hubungan spesial. (Zul)
Editor : M. Khaidir


