Samarinda, Busam.ID – Pemerintah Kota (pemkot) Samarinda memutuskan sebagian perangkat daerah akan melaksanakan Work From Home (WFH) setiap hari Jumat, dimulai pekan depan.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun (AH), menyebut kebijakan itu didasari 3 tujuan, mendukung ketahanan energi nasional, efisiensi penggunaan BBM, serta pengurangan emisi.
“Pelaksanaan WFH bukan sekadar administratif, tapi untuk menumbuhkan kesadaran penghematan energi dan pengurangan emisi,” terangnya, Kamis (9/4/2026).
Ia mengatakan, pemkot menyiapkan dashboard monitoring untuk menghitung penghematan BBM, listrik, dan emisi. Pegawai yang mengikuti WFH akan melakukan absensi dengan sistem geotagging serta wajib membuat laporan harian. Pelanggaran terhadap aturan ini akan dikualifikasi sebagai pelanggaran disiplin kepegawaian.
Sementara, layanan publik tertentu menurut AH tetap beroperasi Work From Office (WFO), termasuk UPTD Dinas Kesehatan seperti Puskesmas, rumah sakit, UPTD Dinas Pendidikan seperti sekolah, serta Dukcapil dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).
AH menegaskan, setiap bulan hasil penghematan dan pelaksanaan WFH akan dilaporkan ke Kementerian Dalam Negeri melalui Pemerintah Provinsi Kaltim.
“Kami ingin kepatuhan pada aturan ini menumbuhkan kesadaran bahwa tujuan WFH adalah penghematan BBM, listrik, dan pengurangan emisi. Semua akan kami hitung dan dipantau melalui dashboard,” pungkasnya. (uca)
Editor: M Khaidi


