Samarinda, Busam.ID — Kepengurusan Hapkido Indonesia Kalimantan Timur (Kaltim) periode 2026–2030 resmi dilantik pada Sabtu (18/4/2026) di Mercure Hotel Samarinda.
Pelantikan ini menjadi langkah awal untuk memperkuat pembinaan atlet dan meningkatkan prestasi di berbagai level kompetisi.
Ketua Umum Hapkido Kaltim, Anderiy Syachrum harus tidak hadir karena ada sesuatu hal, sehingga diwakilkan oleh Abdul Muis. Dalam sambutan tertulisnya, Anderiy menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadirannya sekaligus menegaskan komitmen untuk terus mendorong kemajuan hapkido di Kaltim.
“Ketidakhadiran beliau tidak mengurangi semangat untuk memajukan olahraga di Kaltim, khususnya hapkido,” ujar Abdul Muis.
Ia menilai, meski tergolong cabang olahraga baru di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), perkembangan hapkido di Kaltim terbilang pesat. Hal itu tercermin dari sejumlah capaian atlet dalam berbagai kejuaraan.
Salah satu prestasi yang disorot adalah raihan medali perak pada Pekan Olahraga Nasional 2024 Aceh–Sumut. Selain itu, pada Kejuaraan Nasional Hapkido ke-8 di Surabaya tahun 2025, atlet Kaltim juga mencatat hasil positif di nomor pertandingan.
Ke depan, Pengprov Hapkido Kaltim telah menyusun sejumlah agenda strategis, di antaranya Kejuaraan Nasional ke-9 di Lampung, PON Beladiri II di Manado, hingga keikutsertaan dalam Kejuaraan Asia di Hong Kong. Selain itu, Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim di Paser juga menjadi ajang penting untuk menjaring atlet potensial.
“Agenda ini menjadi fokus bersama agar hapkido Kalimantan Timur semakin berkembang dan berprestasi,” ujar anggota Komisi IV DPRD Samarinda ini.
Persiapan menuju PON NTB–NTT 2028 juga mulai dipetakan sejak dini. Tahapan kualifikasi yang dijadwalkan berlangsung pada 2027 disebut sebagai tantangan yang harus diantisipasi secara matang.
Anderiy berharap dukungan dari pemerintah daerah serta KONI terus menguat guna menunjang pembinaan atlet secara berkelanjutan. “Kami optimistis hapkido Kaltim mampu terus mengharumkan nama daerah di berbagai ajang,” tutupnya. (adit)
Editor: M Khaidir


