Balikpapan, Busam.ID – Anak Buah Kapal (ABK) berinisial R yang diduga membacok juragan kapal dengan parang ditemukan meninggal dunia, Rabu (18/1/2023). Seperti diketahui, ABK tersebut diinformasikan jatuh dari kapal klotok usai membacok sang juragan kapal, Senin (16/1/2023) sore sekira pukul 17.30 Wita lalu.
Kepala Basarnas Kaltim Melkianus Kotta mengatakan, R ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekira pukul 13.30 Wita dengan jarak 2,9 Km dari last know position (LKP) arah hilir.
“Setelah ditemukan korban dievakuasi ke RS AW Syahrani Samarinda untuk keperluan autopsi,” kata Melkianus Kotta melalui pesan WhatsApp grup.
Sebelumnya, Tim SAR mendapat laporan dari Polairud Polda Kaltim atas jatuhnya korban dari kapal klotok. R diketahui jatuh bersama dengan juragan kapal klotok F (29). Saat itu, kapal yang hendak mengangkut limbah batu bara, melintas dari arah Perairan Muara Pegah, Kukar.
Sebelum jatuh, keduanya terlibat cekcok, lantaran R yang tak terima ditegur oleh F. Keduanya sempat dilerai oleh ABK lainnya J (42). Namun R rupanya menyimpan dendam.
Saat F tengah asyik duduk di kursi jurumudi, R yang duduk di belakangnya mengambil sebilah parang dan langsung membacoknya. Sang juragan sempat menangkisnya, kemudian terjadi aksi kejar-kejaran.
R sempat bertabrakan dengan ABK lain berinisial I. Tanpa pikir panjang, R juga melayangkan parangnya ke tubuh I beberapa kali. Setelahnya, R kembali mengejar F dan membacokkan parang beberapa kali.
Hingga akhirnya keduanya terjatuh di perairan tersebut. Melihat itu, ABK lain langsung menyelamatkan juragan F ke atas kapal. Sementara R terlihat berenang menjauhi perahu klotok dan masih terlihat memegang parang di tangannya.
“Setelah kejadian korban F dan I langsung dibawa ke klinik di Muara Jawa untuk mendapatkan pertolongan. Namun sesampainya di klinik juragan F dinyatakan meninggal dunia, kemudian untuk ABK I dilakukan perawatan atas luka-lukanya,” ucap Kasubdit Gakkum Polairud Polda Kaltim AKBP Teguh Nugroho.
Kasus ini juga mendapat perhatian serius dari Kapolda Kaltim Irjen Pol Imam Sugianto. Jenderal bintang dua itu menegaskan bahwa dengan adanya kejadian ini menjadi perhatian bagi seluruh masyarakat, agar waspada dalam bertugas.
“Kami juga akan meningkatkan patroli dalam mencegah adanya kejadian penganiayaan seperti ini lagi,” tandasnya. (man/zul)
Editor: Redaksi BusamID








