Air Terjun Perjiwa, Pesona Baru Kota Raja

BusamID
Air Terjun Perjiwa, Pesona Baru Kota Raja

#Kita Healing, Bukan Hilang Ala BusamID

WADAH wisata nyaris kini diburu banyak orang. Jeratan kebebasan karena hampir dua tahun dihantam badai pandemi covid-19 tampaknya menjadi pemicu wadah-wadah wisata tersebut ramai dikunjungi.

Kutai Kartanegara (Kukar) salah satunya. Pesona wadah wisata Kota Raja ini tak pernah ada habisnya. Ya, terdapat salah satu lokasi wisata yang baru-baru ini ramai dikunjungi, bahkan bisa dikatakan viral. Nama tempat wisata itu adalah Air Terjun Perjiwa, yang berada di lokasi Desa Perjiwa, Kelurahan Perjiwa, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kota Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Tim BusamID berkesempatan mengunjungi wadah wisata yang informasinya ramai dikunjungi kawula muda karena spotnya yang asik dan mempesona. Membentuk sebuah Komunitas BusamID Explore dengan tagline “Kita Healing, Bukan Hilang”. 7 orang dari tim beranjak dari peraduan Kota Samarinda ke air terjun itu.

Penulis adalah salah seorang dari tujuh orang itu. Jika boleh saya sebutkan satu-persatu keenam rekan saya itu adalah Kaka Nong, Faisal, Om TC, Husein, Arif dan Fitri.

Oke, lanjut membahas keseruan perjalanan wisata kami yang sederhana ini. Disepakati kami akan melaksanakan perjalanan tersebut, Sabtu (21/52022) sekitar pukul 16.00 Wita.

Dengan agenda “Fun Camp”, pastinya kami bertujuh ini akan bermalam di lokasi wisata tersebut. Alhamdulillah, dengan itinerary seadanya, kami berangkat tepat pada waktunya yang telah dijadwalkan.

Alat yang saya bawa cukup sederhana, berupa 1 tenda kecil yang berasal dari tempat rental El-syahid Tour, bermodal Rp70 ribu, saya menyewa tenda ukuran 2×1.5 meter. Dan juga pastinya saya membawa alat-alat camping lainnya seperti kompor portabel, nesting, sendok, makanan cepat saji seperti mie, kue dan juga yang lainnya.

Jarak perjalanan ditempuh sekitar 24 kilometer dan dengan waktu kurang lebih 40 menit untuk tiba di lokasi Wisata Air Terjun Perjiwa. Tentu perhitungan ini saya harus bermodalkan Google Maps, aplikasi navigasi yang selalu digunakan setiap bepergian

Memang perjalanan tak menemui kendala cukup berarti karena akhirnya kami bisa tiba ke lokasi Wisata Air Terjun Perjiwa hanya dengan mengendari roda empat Daihatsu Ayla.

Namun saya sempat merasa was-was karena sesampainya di jalan masuk mulai dari Simpang tiga Jalan Perjiwa hingga sampai ke titik lokasi, jalan yang kami lalui cukup berlobang dengan tekstur jalan aspal bercampur tanah, terkesan jalan yang memang masih seadanya. Lubang-lubang yang kami lalui pun cukup dalam dan juga sangat sempit.

Sampai di gerbang depan wisata, terdapat pos pelayanan tiket layaknya wisata pada umumnya. Karena niat kami untuk bermalam, maka setiap orang harus merogoh saku sebesar Rp 35 saat itu.

Hari mulai terasa gelap, saya tentunya siap-siap melakukan take video karena memang tujuan saya kemari (Air Terjun Perjiwa, Red) adalah mengambil konten wisata dengan harapan wisata di Kaltim semakin ramai dikunjungi oleh masyarakat.

Kebetulan saat itu kami langsung salah satu pengelola Air Terjun Perjiwa Ricky yang sekaligus pemilik Café Hill Point yang berada tidak jauh dari parkiran. Sigap, kami pun sedikit mengobrol dengannya terkait wejangan-wejangan yang bisa ia berikan karena memang kami akan bermalam disini.

“Ya dibawa senang aja lah ya, sama tolong sampahnya dibersihkan ya,” ujar Ricky.

Kami lantas bergegas mencari spot camping di area bawah, tidak jauh dari Café yang kami lewati sebelumnya. Spot yang sangat bagus, ya kami menemukan spot yang titiknya tepat berhadapan dengan air terjun pertama.

Oh ya, di tempat Wisata Air Terjun Perjiwa ini perlu diketahui memiliki tiga air terjun.

Segera kami mengeluarkan alat-alat camping dari tas kami. Salah satunya adalah tenda dan langsung memasangnya. Cukup lama kami memasangnya, maklum memang ini adalah pengalaman pertama kami.

Butuh waktu sekitar satu jam untuk melakukan semuanya. Karena lelah, Kaka Nong, rekan perantauan asal Flores, Larantuka langsung menyalakan kompor portable, serta memasak air. Tentu saja untuk membuat sebuah kopi hitam manis kesukaan dia.

Tidak hanya itu, seakan yang lain sudah mengetahui tugasnya masing-masing. Seperti mencari kayu untuk menyalakan api unggun, memasang hammock yang sedikit cukup kesulitan karena jarak pohon yang ada di spot kami cukup berjauhan.

Dan, pukul sekitar 21.00 Wita kami semua akhirnya selesai menjalankan tugas masing-masing. Api unggun sudah menyala, kopi sudah disiapkan, mie instan sudah siap disajikan. Saatnya menyantap semua menu itu.

Overall, spot yang kami dapat diluar ekspetasi kami. Kami kira akan mendapati gangguan berupa nyamuk, mengingat kami berada di tengah Hutan. Obat nyamuk lotion yang kami sengaja beli menjadi sia-sia, karena tidak ada satupun nyamuk yang berani menghinggapi kami semua.

Layaknya orang lain, kami mengisi malam itu dengan berbagai hal yang sangat seru. Dimulai dari bercandanya Kaka Nong dengan logat Floresnya yang membuat kami semua tertawa, Faisal, yang bercerita tentang dia ditinggal oleh sahabatnya, dan tentu dengan keseruan Om TC dan 2 anaknya yang sangat suka bercanda pula dengan logat khas Banjarnya.

Kalau tidak salah, keseruan malam itu tak terasa hingga sekitar pukul 04.00 dini hari. Akhirnya kami memutuskan untuk tidur sejenak karena keesokan harinya masih tujuan utama kami air terjun harus dalam kondisi fisik yang sempurna.

Sekitar pukul 07.00 Wita akhirnya kami semua bangun dari tidur, lumayan membuang kantuk selama tiga jam membuat kami sudah cukup segar. Selain itu, matahari yang sudah beranjak tinggi dengan cahayanya yang terang, membuat berdatangan satu-persatu wisatawan lain yang sedang bermandi ria di air terjun yang lokasinya ada di hadapan kami.

Tak ingin ketinggalan atas keseruan mandi di air terjun, kami pun langsung terjun. Setelah lelah mandi dan berteriak, kami melaksanakan sesuai rencana untuk mengexplore keseluruhan tempat yang ada di wisata Air Terjun Perjiwa.

Kami pun mendatangi spot air terjun kedua dan ketiga. Tidak seperti air terjun yang pertama, kedua air terjun yang kami datangi tersebut tidak sesuai ekspetasi kami, lebih tepatnya hanya seperti aliran air yang jatuh dengan kurang lebih ketinggian 1-1,5 meter saja.

Namun, hal itu tidak mengurangi keindahan lokasi wisata tersebut. Dengan tempat yang sangat bersih, jalan setapak yang sangat mudah dilewati, serta pepohonan yang masih rapat dan juga sangat rindang, membuat kedua kekurangan air terjun tersebut nampak tidak terasa.

Ya, inilah surga dunia yang dapat kami temukan disini. Sempurna, untuk ukuran lokasi wisata yang tidak jauh dari Kota.

Fasilitas yang ada disini juga tak kalah lengkap. Terdapat toilet dan juga kamar mandi. Tak hanya itu, untuk urusan makanan dan minuman. Berbagai menu secukupnya dibandrol dengan harga murah!

Ya, itulah sedikit kisah perjalanan yang dapat saya tuangkan dalam sebuah tulisan bersama komunitas kecil kami yang juga baru terbentuk. Saya berharap, dengan sedikit tulisan ini, kamu bisa menerawang hal serupa jika sobat BusamID ingin melakukan wisata maupun camping di lokasi Air Terjun Perjiwa.

Oh ya, buat sobat BusamID yang ingin turut berpartisipasi bersama komunitas kami, BusamID Explore, silahkan jangan ragu untuk menghubungi saya di nomor Whatsapp 085266661701.

Ups, sebelum penutup, yuk bantu follow akun Instagram dan juga youtube kami yaitu @BusamID.

Penutup, ayo gabung komunitas BusamID Explore sekarang dan seperti biasa, sampai jumpa disetiap minggunya dengan pengalaman seru lainnya! Terima kasih. #KitaHealingBukanHilang

Penulis: Ryan

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *