Samarinda, Busam.ID – Kepulan asap hitam yang membumbung tinggi di kawasan Jalan Dato Iba, Gang Keluarga dan Gang Bhinneka I, Kelurahan Sungai Keledang, Kecamatan Samarinda Seberang, Senin (15/6/2026) sore, menjadi awal kepanikan bagi warga sekitar. Dalam waktu kurang dari 1 jam, api melahap 3 bangunan yang dihuni 5 kepala keluarga dengan total 24 jiwa.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa yang diduga dipicu arus pendek listrik tersebut. Namun, bagi Hana (32), musibah itu menyisakan duka mendalam. Saat api berkobar, rumahnya dalam keadaan kosong dan hanya sang anak yang berada di dalam.
Hana mengaku sedang bekerja ketika mendapat kabar rumahnya terbakar. Sebelumnya, ia diantar suaminya berangkat kerja, sementara sang anak ditinggalkan sendirian di rumah.
“Anak saya melihat ada api, terus langsung keluar rumah dan lari ke rumah neneknya sambil bilang rumah kami kebakaran,” tuturnya.
Awalnya, Hana sempat mengira kebakaran yang dilihat warga bukanlah rumah miliknya. Namun, sesampainya di lokasi, api sudah membesar dan melahap bangunan rumah kayu yang berada di belakang deretan kontrakan.
“Saya tidak percaya waktu dikasih tahu. Pas sampai di sini, apinya sudah besar. Tidak ada barang yang bisa diselamatkan, semuanya habis terbakar,” katanya dengan mata berkaca-kaca.
Selain rumah miliknya, sejumlah bangunan lain turut terdampak. Data sementara mencatat 2 rumah tunggal dan 1 bangsal 3 pintu hangus dilalap api, sementara 1 bangunan lainnya mengalami dampak dari kebakaran tersebut.
Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Samarinda, Akhmad Supriyanto, mengatakan laporan kebakaran diterima sekitar pukul 15.55 Wita. Karena sebagian besar bangunan terbuat dari kayu, api dengan cepat membesar.
“Begitu mendapat informasi, Posko V langsung kami turunkan dan dibantu Posko IX serta rekan-rekan relawan. Kendala di lapangan sempat ada karena pasokan air agak sulit dan kondisi jalan macet, tetapi Alhamdulillah api berhasil dikendalikan dalam waktu kurang dari 1 jam,” ujarnya.
Sebanyak 8 unit mobil tangki dari Disdamkarmat dan PMK swasta serta 13 mesin portabel milik relawan dikerahkan ke lokasi untuk menjinakkan si jago merah.
Menurut Supriyanto, warna asap hitam pekat yang sempat terlihat bukan disebabkan adanya bahan bakar atau zat tertentu, melainkan akibat cepatnya penyebaran api pada bangunan berbahan kayu.
“Kalau rumah kayu terbakar memang asapnya hitam pekat. Itu biasa karena material yang mudah terbakar,” jelasnya.
Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik. (zul)
Editor: M Khaidir


