BBPJN Kaltim Tangani Longsor Sangatta–Perdau, Akses Jalan Berangsur Normal

Busam ID
Alat berat yang diturunkan untuk menangani Longsor Sangatta–Perdau oleh BBPJN Kaltim. Foto by PPK 2.2 BBPJN Kaltim

Samarinda, Busam.ID – Titik longsoran di ruas jalan poros Sangatta–Perdau tepatnya di STA 13+100 kini mulai tertangani. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur (Kaltim) bersama PT Kaltim Prima Coal (KPC) bergerak cepat melalui skema Kerja Sama Pelaku Usaha (KSPU) untuk memulihkan akses di jalur vital tersebut.

Penanganan dilakukan dengan mengerahkan personel serta sejumlah alat berat ke lokasi. Langkah ini diambil guna mencegah terjadinya pemutusan akses total sekaligus menjamin keselamatan pengguna jalan yang melintas.

Berdasarkan pantauan di lapangan, tahap awal penanganan difokuskan pada pembersihan badan jalan dari material longsor. Pihak KPC turut menurunkan alat berat untuk mempercepat proses evakuasi tanah dan bebatuan yang menutup sebagian badan jalan.

Suasana pengerjaan guna menangani Longsor Sangatta–Perdau oleh BBPJN Kaltim. Foto by PPK 2.2 BBPJN Kaltim

Sejumlah langkah darurat yang saat ini dilakukan meliputi pengerukan material longsor, pengaturan lalu lintas dengan sistem buka-tutup, serta identifikasi titik rawan di sekitar lereng guna mengantisipasi pergerakan tanah susulan.

Keterlibatan pihak perusahaan dalam penanganan ini menjadi bentuk sinergi dalam mendukung infrastruktur publik, mengingat ruas Sangatta–Perdau merupakan jalur utama mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.

PPK 2.2 BBPJN Kaltim, Khanif Ashar menegaskan, pihaknya terus mengoptimalkan penanganan agar jalur tersebut segera kembali normal.

“Penanganan kami lakukan secara bertahap, dimulai dari pembersihan material longsor hingga penguatan struktur lereng. Kami juga menyiapkan sistem drainase yang baik agar air tidak lagi menggerus badan jalan. Target kami, akses ini bisa segera kembali fungsional dengan kondisi yang aman bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, koordinasi dengan berbagai pihak terus dilakukan agar proses penanganan berjalan cepat dan tepat sasaran.

Meski demikian, pengguna jalan yang melintasi STA 13+100 diimbau tetap berhati-hati. Kondisi jalan yang masih terbatas serta aktivitas alat berat di sekitar lokasi berpotensi menimbulkan risiko.

Pengendara diminta mematuhi arahan petugas, mengurangi kecepatan saat melintas, serta meningkatkan kewaspadaan terutama saat hujan yang dapat memicu longsor susulan.

Penanganan diperkirakan akan terus berlanjut hingga kondisi lereng benar-benar stabil dan jalur dinyatakan aman sepenuhnya untuk dilalui secara normal.(Adit)

Editor: M Khaidir

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *