Samarinda, Busam.ID – Keberadaan taman yang dibangun berdampingan dengan Tempat Penampungan Sementara (TPS) di Jalan Bung Tomo, Samarinda Seberang, ramai menuai sorotan. Linda (15), warga sekitar yang berjualan minuman di kawasan taman, menyebut desain taman cukup menarik, namun keberadaan TPS masih menjadi keluhan utama pengunjung.
“Kalau tamannya sih bagus saja. Cuma masalahnya itu soal sampahnya. Kadang baunya mengganggu. Ada juga pembeli yang tanya, tamannya bagus, tapi kok dekat TPS?,” ujarnya, Minggu (18/1/2025).
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda mengakui kondisi tersebut tidak ideal dan tengah menyiapkan langkah penanganan sementara agar fungsi taman dan TPS tidak saling mengganggu.
Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Pertamanan DLH Samarinda, Basuni, menjelaskan TPS di lokasi itu sudah lebih dulu ada sejak sekitar 2021. Sementara taman baru dibangun 2025 dan hingga kini belum diserahterimakan secara resmi ke pihak pengelola, baik DLH, kecamatan, maupun kelurahan.
“Walaupun belum jelas pengelolaannya, langkah awalnya taman dan TPS jangan saling mengurangi manfaat. Itu yang sekarang kami pikirkan solusinya,” terangnya, Senin (19/1/2025).
Sebagai solusi awal, DLH menyiapkan opsi rekayasa teknis tanpa harus merelokasi TPS. Salah satunya dengan mengubah arah pintu masuk TPS agar tidak lagi berhadapan langsung dengan taman.
“Karena TPS masih sangat dibutuhkan dan memindahkan TPS itu tidak mudah. Lokasi baru dan keterjangkauan warga juga harus diperhitungkan. Rabu ini akan dibahas dulu bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), kecamatan, dan kelurahan,” tutupnya. (uca)
Editor: M Khaidir


