Samarinda, Busam.ID – Semangat kemerdekaan tak selalu harus dirayakan dengan kemewahan. Di RT 25, Kelurahan Sungai Keledang, Kecamatan Samarinda Seberang, warga justru menyulap barang bekas dan bambu menjadi ornamen Kampung Kreatif Merah Putih.
Botol-botol bekas minuman diolah menjadi pot bunga, sementara bambu dimanfaatkan sebagai bahan utama gapura. Kreativitas itu bukan sekadar mempercantik lingkungan, tetapi juga menyimpan pesan tentang perjuangan para pahlawan.
Ketua RT 25, Suwarto, mengatakan seluruh ornamen dikerjakan secara gotong royong oleh warga dalam waktu sekitar 2 minggu.
“Kami memanfaatkan barang daur ulang seperti botol minuman untuk dijadikan pot bunga. Semua dikerjakan bersama-sama oleh warga,” ujar Suwarto, Sabtu (15/8/2026).
Yang paling mencuri perhatian adalah penggunaan bambu sebagai material gapura. Menurut Suwarto, bambu sengaja dipilih untuk mengingat perjuangan para pahlawan yang dahulu menggunakan bambu runcing melawan penjajah.
Tak hanya mengandalkan dana swadaya, warga juga mencari sendiri bahan-bahan yang tersedia di sekitar lingkungan. Cara itu membuat pembangunan kampung kreatif tetap berjalan tanpa membutuhkan biaya besar.
Antusiasme warga pun disebut sangat tinggi. Bahkan, pengerjaan yang semula direncanakan berlangsung 2 minggu dapat dituntaskan sebelum 17 Agustus.
“Mudah-mudahan gotong royong ini terus berjalan. Bukan hanya karena ada lomba, tetapi menjadi kebiasaan warga,” katanya.
Sementara itu, Camat Samarinda Seberang, Aditya Koesprayogi mengapresiasi kekompakan warga RT 25. Ia mengatakan kunjungan tersebut dilakukan untuk memantau kemeriahan HUT RI sekaligus pelaksanaan Kampung Kreatif Merah Putih yang digagas Kodim 0901 Samarinda bersama pemerintah kecamatan dan kelurahan.
“Kreativitas warga di berbagai wilayah bukan semata-mata muncul karena adanya perlombaan. Justru, penilaian empat kriteria Kampung Kreatif Merah Putih menjadi pemantik agar kreativitas dan kebersamaan yang sudah tumbuh di masyarakat semakin kuat,” ujarnya.
Ia berharap ornamen yang telah dibuat warga tidak langsung dibongkar setelah perayaan 17 Agustus.
“Ini momentum saja. Setelah 17 Agustus, kekompakan warga tetap harus dijalin. Ornamen-ornamen yang ada juga kami harapkan tetap dipertahankan,” tutur Aditya.
Ia menilai semangat warga dalam mempercantik lingkungan menjadi bukti perayaan kemerdekaan tidak hanya soal seremoni, tetapi juga tentang kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan.
Aditya pun mengapresiasi seluruh warga Samarinda Seberang yang telah ikut memeriahkan HUT ke-81 RI dengan kreativitas masing-masing. (Zul)
Editor: M Khaidir


