Beroperasi, Pabrik Plywood di Bukuan Bakal Serap 1600 Naker

BusamID
Foto bersama setelah audiensi Wali Kota Samarinda Andi Harun dan staf PT Sumalindo Lestari Jaya Global Tbk. (foto kaka nong)

Kerjasama PT SLJ dan PT Tirta Mahakam Resources

Samarinda, BusamID – Kabar gembiran untuk para pencari kerja di Samarinda. Pabrik plywood atau kayu lapis di Bukuan milik PT Tirta Mahakam yang sudah lama vakum, tak lama lagi bakal kembali beroperasi. Diaktifkannya kembali pabrik kayu lapis di Bukuan itu, akan menyerap tenaga kerja setidaknya 1600 orang. Rencana perekrutan 1600 tenaga kerja itu, dijadwalkan mulai Juni 2022 mendatang.

Informasi itu terkuak, dalam audiensi Wali Kota Samarinda Andi Harun bersama perwakilan PT Sumalindo Lestari Jaya Global Tbk pada Selasa (15/03/22) di ruang VIP Balai Kota. Audiensi tersebut terkait kerjasama PT SLJ Global Tbk dengan PT Tirta Mahakam Resources Tbk untuk menghidupkan kembali pabrik kayu lapis milik PT Tirta Mahakam di Bukuan yang kolaps pada 2020 lalu saat pandemi, sehingga terpaksa merumahkan 2120 karyawannya.

PT SLJ Global Tbk merupakan salah satu perusahaan industri yang bergerak dalam produksi kayu lapis (plywood) beralamat di Jalan Dr Mangunkusumo Sengkotek, Kecamatan Loa Janan Ilir, Kota Samarinda. Demikian pula PT Tirta Mahakam Resources (TMR), adalah perusahaan kayu lapis di Bukuan Kecamatan Palaran Samarinda yan pernah jaya sebelum masa pandemi.

Rencana kerjasama kedua perusahaan plywood untuk menghidupkan kembali pabrik kayu lapis di Bukuan itu, disambut baik Pemkot Samarinda. Dalam sambutannya, Andi Harun mengatakan jika Pemkot siap memfasilitasi kembali menggeliatnya industri kayu lapis di Samarinda itu, sebagai bentuk dukungan dari aparatur pemerintah daerah. Apalagi menimbang ekses positif yang ditimbulkan dari kembali beroperasinya pabrik plywood di Bukuan itu, akan menyerap setidaknya 1600 tenaga kerja.

General Manager (GM) PT SLJ Global Tbk Eko Arif Suratmono lantas mengungkapkan, pihaknya akan menjalin kerjasama dengan PT Tirta Mahakam Resources untuk menghidupkan kembali pabrik plywood milik PT TMR di Bukuan. Menimbang prospek kebutuhan plywood ke depan, terkait proyek-proyek di tanah Kalimantan seperti IKN, juga kebutuhan pasar ekspor.

“Rencana kerjasama ini nantinya akan membutuhkan kurang lebih sekitar 1600 sumber daya manusia (SDM) yang akan direkrut pada awal Juni mendatang,” ungkap Eko.

Menanggapi rencana kembali beroperasinya pabrik plywood di Bukuan itu, Andi Harun (AH) menyambut baik rencana kerjasama SLJ dan TMR. Menurut AH, hal ini akan memberikan ekses positif bagi peningkatan perekonomian masyarakat Kota Samarinda.

Oleh karena itu, menurut AH Pemkot berkomitmen memberikan kemudahan pelayanan bagi kedua perusahaan, terutama yang berkaitan dengan fasilitas diperlukan.

“Pemerintah tentu sangat mendukung. Kami akan upayakan untuk mempermudah pengurusan serta memfasilitasi apa-apa saja yang menjadi kebutuhan dari kerjasama tersebut,” pungkasnya.

Orang nomor satu di Kota Tepian ini juga berpesan kepada PT SLJ Global Tbk agar memprioritaskan warga Samarinda dalam rekruitmen karyawan.

“Saya juga meminta agar rekruitmen karyawan diprioritaskan untuk warga Samarinda agar bisa mengurangi angka pengangguran,” timpal AH.

Selain menitikberatkan pada daya serap tenaga kerja, orang nomor satu Kota Samarinda itu juga melontarkan peluang bisnis yang dapat dikembangkan menggandeng Perumdam Varia Niaga Samarinda. Menurut AH, Perumdam Varia Niaga dapat menjadi mitra profesional dalam industri yang akan dioperasikan kembali itu.

“Mudah-mudahan ada yang bisa dikerjasamakan dengan Perumdam Varia Niaga, yang dikerjakan secara bisnis to bisnis. Jika bisa terealisasi, ini baik terhadap kinerja Perumdam itu sendiri,” harapnya.

Sementara itu, Sugiyanto, Kepala Human Resource Development (HRD) PT SLJ menyambut baik permintaan Wali Kota Samarinda untuk bermitra dengan Perumdan Varia Niaga. Menurutnya itu bisa dilakukan dalam proses rekruitmen tenaga kerja pabrik plywood nantinya. Biasanya pabrik akan merekrut tenaga dengan skill nol sehingga perlu memberikan pelatihan agar dapat langsam pada proses produksi.

Dengan melibatkan Perumdam Varia Niaga dalam proses rekruitmen tenaga kerja itu, pabrik plywood akan menerima tenaga yang siapa pakai. Karena pelatihan sudah dihandle oleh pihak Perumdam.

“Harapan Pak Wali, swasta dengan Pemda bersinergi dalam masalah ketenagakerjaan,” terang Sugiyanto.

Sugi menjelaskan, pihak Perumdam akan menghandle pelatihan-pelatihan khusus tenaga kerja yang diterima melalui Balai Latihan Kerja (BLK) yang ditunjuk. Pelatihan ini dilakukan guna meningkatkan kemampuan tenaga kerja itu sendiri baik yang sifatnya teknis maupun non teknis.

“Saya kira kalau itu berjalan itu sangat bagus. Jadi kami gak perlu cari orang untuk melatih tapi kami langsung pakai aja,” pungkasnya. (KN/ADV/DiskominfoKaltim)

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *