Samarinda, Busam.ID – Ketua Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Kaltim Tri Wahyuni meminta kepada semua pihak dan terutama kepada para siswa sekolah untuk menghentikan perilaku bullying.
Pasalnya, bullying tersebut sangat memberikan pengaruh negatif kepada siapapun dan terutama kepada anak-anak.
“Kami mengajak para siswa untuk bersama-sama melakukan gerakan stop bullying. Kita berikan pemahaman kepada mereka betapa bullying memberi pengaruh negatif bagi korbannya, terlebih mengajak mereka untuk tidak menjadi menjadi pembully,” kata Wahyuni.
Mantan komisoner KPU Samarinda ini hadir sebagai salah seorang pembicara di acara FJPI Kaltim dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim menggelar kegiatan Go To School, dan sekaligus bekerjasama dengan Bank Indonesia (BI) untuk menyosialisasikan pengenalan rupiah, pengaruh gadget, media sosial, hindari hoax di lingkungan sekolah, dan stop bullying. Acara digelar di SMP Negeri 2, Samarinda, Jum’at (9/9/2022).
Sementara perwakilan BI Provinsi Kalimantan Timur, Rengga Yoga Pandawa (Asisten Penyelia Perkasan Bank Indonesia), Wikarno (Asisten Penyelia Perkasan Bank Indonesia) menyampaikan terkait cinta rupiah.
“Cinta rupiah ditunjukkan dengan mengenali, merawat, dan menjaga Rupiah sebagai satu-satunya alat pembayaran yang sah di wilayah NKRI. Dengan menjaga dan merawat Rupiah, ciri keaslian Rupiah menjadi mudah dikenali dan menghindari peredaran uang palsu dan tidak layak edar,” ujar Rengga.
Bangga Rupiah itu, lanjutnya, ditunjukkan dengan menggunakan Rupiah di setiap transaksi. Dengan menggunakan Rupiah pada setiap transaksi, maka kita sudah ikut membantu menjaga kestabilan nilai tukar Rupiah dan membangun kepercayaan dunia pada Rupiah.
Paham Rupiah ditunjukkan dengan memahami fungsi Rupiah sebagai nilai tukar dan cara mengelolanya. Misalnya dengan bertransaksi dan berbelanja dengan bijak, berhemat, dan berinvestasi. (dit)
Editor: Redaksi BusamID










