Gelar Sosialisasi Cegah KDRT, UINSI Samarinda Kolaborasi Dengan Untag

Busam ID
Peserta Sosialisasi pencegahan KDRT bersama nara sumber berfoto bersama usai acara, beberapa waktu lalu. foto by dok Kemak

Kukar, Busam.ID – Dosen dan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Sulaiman Idris (UINSI) Samarinda berkolaborasi dengan Universitas 17 Agustus Samarinda.

Kolaborasi untuk melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) melalui Kegiatan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Gedung Aulia Kantor Camat Sebulu, belum lama ini.

Ketua Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Pascasarjana UINSI Samarinda Nurul Syobah menyampaikan, kegiatan ini bertujuan menambah kecepatan proses peningkatan kemampuan sumber daya manusia sesuai dengan laju pertumbuhan pembangunan.

“Melalui program ini, kami berupaya memberikan kontribusi dan solusi permasalahan di masyarakat.

Ke depannya masyarakat dapat merasakan manfaat dari pelaksanaan kegiatan PKM ini,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Dekan Fakultas Hukum Untag Samarinda dan sekaligus narasumber acara, Fatimah Asy’ari menyampaikan, PKM menjadi satu diantara 3 tugas pokok dosen yang tercantum di dalam Tri Dharma.

“Pengabdian masyarakat sendiri merupakan proses implementasi ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni budaya langsung kepada masyarakat menggunakan metodologi ilmiah sebagai penyebaran Tri Dharma,” ucapnya.

Fatimah menjelaskan, KDRT tidak hanya terjadi dengan kekerasan fisik. Namun juga kekerasan psikis, ekonomi dan seksual.

Sehingga pentingnya edukasi yang diberikan dapat menambah pemahaman terkait KDRT.

Sehingga kedepan perempuan dapat melindungi diri dari kemungkinan terjadinya KDRT dalam keluarga dan lingkungan masyarakat.

“Banyak korban yang masih belum memahami kekerasan apa saja yang termasuk dalam KDRT.

Sering kali yang dipahami hanya kekerasan secara fisik,” ucapnya.

Sementara Ketua Komunitas Emak Perduli Anak (Kemak) sekaligus mahasiswi KPI Pascasarjana UINSI Samarinda Ria Atia Dewi menambahkan, Kegiatan PKM tidak hanya bermanfaat bagi institusi atau perguruan tinggi, namun juga kepada masyarakat.

“Kegiatan PKM rutin dilaksanakan pada tiap bulannya,dan antusias masyarakat yang hadir menjadi bukti manfaat yang dirasakan dari kegiatan PKM ini,” tambahnya.

Ria mengatakan, perempuan harus saling memberikan support dan berani menyampaikan kebenaran kepada sesama perempuan.

Dengan sikap saling support yang terbangun maka akan menciptakan rasa percaya diri bagi perempuan.

Sehingga dapat meningkatkan potensi dan rasa saling melindungi
Dan ditambahkannya, dilihat dari antusias masyarakat yang datang dan belajar dapat membantu mengasah kemampuan dan menyelesaikan masalah atau problem solving.

Sehingga diharapkan kedepan dapat mengatasi masalah di suatu lingkungan sosial masyarakat. (ria)
Editor: Redaksi BusamID

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *