Harga Bahan Baku Melonjak, Biaya Perumdam Samarinda Bakal Membengkak

Busam ID
Fasilitas instalasi pengolahan air Perumdam Tirta Kencana Samarinda. Foto by Uca/Busam.ID

Samarinda, Busam.ID – Lonjakan biaya operasional mulai membayangi kinerja Perumdam Tirta Kencana Samarinda di 2026, meski sebelumnya perusahaan mampu melampaui target setoran pendapatan asli daerah (PAD) sekitar Rp12 miliar menjadi Rp17 miliar.

Direktur Utama Perumdam Tirta Kencana, Nor Wahid Hasyim, menyebut kondisi tahun ini dinilai berbeda karena tekanan biaya yang terus meningkat. “Yang mengkhawatirkan justru tahun ini. Komponen biaya tidak bisa ditekan,” ujarnya saat bertemu Pansus LKPJ, Selasa (28/4/2026).

Ia mengungkapkan, kenaikan paling signifikan terjadi pada bahan bakar industri yang kini mencapai sekitar Rp30 ribu per liter, serta bahan kimia yang digunakan dalam pengolahan air. “Harganya bukan lagi naik sedikit, tapi sudah menggila. Solar industri sekarang sekitar Rp30 ribu per liter,” katanya.

Kondisi tersebut, lanjutnya, telah dilaporkan ke Wali Kota Samarinda selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM) dan Dewan Pengawas, mengingat potensi dampaknya terhadap kinerja perusahaan.

Sementara, Direktur Teknik Perumdam Tirta Kencana, Kaharudin, memastikan pelayanan air bersih tetap menjadi prioritas meski di tengah tekanan biaya. Menurutnya, efisiensi dilakukan dengan mengalihkan anggaran dari kegiatan yang bisa ditunda, namun tidak untuk kebutuhan utama seperti bahan kimia.

“Bahan kimia itu tidak bisa ditunda karena menjadi kebutuhan utama pelayanan,” ujarnya.
Ia juga mengakui kenaikan harga bahan bakar berdampak pada biaya distribusi dan operasional di lapangan. Meski demikian, Perumdam belum berencana melakukan penyesuaian tarif air kepada pelanggan dalam waktu dekat. “Kalau dari sisi tarif, untuk saat ini belum,” tuturnya. (uca)
Editor: M Khaidir

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *