Samarinda, Busam.ID –Memasuki hari ke-7 pencarian terhadap korban bernama Thoriq (9), bocah yang terseret arus banjir di parit Jalan Pasundan Gang Cempaka Senin lalu terus dilakukan tim SAR Basarnas.
Hari terakhir sesuai prosedur operasi standar (standart operating procedure-SOP) pencarian Basarnas, Minggu (12/3/2023) pagi, puluhan relawan yang tergabung dalam tim SAR, melakukan pencarian dari mulai dari titik korban terlihat terjatuh ke dalam parit, hingga penyisiran parit di sepanjang Jalan Pasundan, Jalan Merbabu dan Jalan Cermai hingga sepanjang Sungai Mahakam.
Sejumlah relawan melakukan penyisiran masuk ke dalam parit dibantu dengan pompa portable untuk membersihkan parit yang tersumbat oleh tumpukan sampah.
Safri salah seorang relawan Laskar Borneo Nusantara (LBN) yang terlibat dalam pencarian korban mengatakan, ketika penyisiran dalam parit, dirinya bersama 5 relawan lainnya menemukan tumpukan sampah termasuk ban kendaraan bermotor.
“Banyak tumpukan sampah yang menutup sejumlah jalur air di dalam parit tersebut. Tumpukan sampah seperti ban, tas dan beberapa plastik di parit tersebut,” terang Safri.
Upaya penyisiran tim SAR gabungan menyisir parit hingga tembus ke Sungai Mahakam, namun sampai hari ke-7 korban belum juga ditemukan.
Koordinator Unit Siaga SAR Samarinda Riqi Effendi mengatakan, pihaknya bersama tim SAR gabungan juga melakukan penyisiran di Sungai Mahakam hingga radius 18 kilometer ke arah hilir.
“Tim SAR gabungan melakukan penyisiran hingga 18 kilometer ke arah hilir melewati jembatan Mahkota 2 namun korban belum juga ditemukan,” terang Riqi.
Meski sudah dilakukan pencarian di darat maupun sungai, hingga menjelang Minggu sore, korban belum kunjung ditemukan.
Akhirnya setelah tujuh hari pencarian, operasi SAR kemudian secara resmi ditutup dengan breafing yang dilakukan di dermaga pohon beringin Jalan RE Martadinata Kelurahan Teluk Lerong Ilir, Kecamatan Samarinda Ulu. (Zul)
Editor : Risa Busam.ID








