Samarinda, Busam.ID -Ketika cuaca Samarinda dan sekitarnya sedang terik dan kering akibat cuaca ekstrem, Kota Tepian mendadak dilanda hujan deras.
Hukan deras turun di Samarinda di sejumlah lokasi, terjadi pada Senin (21/8/23), mulai pukul 14.40 Wita hingga 17.00 Wita. Hujan turun dengan intensitas curah yang cukup tinggi.
Analisis dampak cuaca ekstrem dan perubahan tiba-tiba ini langsung direspon oleh Kepala BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Samarinda, Suwarso melalui Analis Kebencanaan Ahli Muda BPBD, Hamzah.
Menurutnya, hujan deras ini memiliki implikasi yang signifikan.
“Meskipun terjadi pada tengah kemarau, hujan ini penting untuk menjaga sumber air bagi PDAM Kota Samarinda yang bersumber dari sungai-sungai di sekitar ibukota Kaltim. Beberapa hari terakhir cuaca sangat panas dan terik, yang menyebabkan terjadinya kebakaran lahan di areal yang cukup luas,” ungkap Hamzah.

Ia pun memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada. Perubahan cuaca yang disebabkan oleh fenomena El Nino dan La Nina masih berlangsung dan dapat mengakibatkan dampak yang tidak terduga.
“Pola curah hujan yang tiba-tiba deras dan terlokalisasi adalah salah satu hasil dari perubahan iklim ini. Terutama bagi warga yang tinggal di daerah perbukitan yang rawan longsor. Kewaspadaan harus tetap dijaga,” paparnya.
Kota Samarinda yang jarang merasakan hujan deras di musim kemarau ini harus tetap siap menghadapi variasi cuaca yang tidak menentu.
“Penting untuk selalu waspada dalam menjaga keselamatan dan kesiapsiagaan, agar kita bisa menghadapi perubahan cuaca yang semakin ekstrem akibat perubahan iklim global,” tutup Hamzah. (Ryan)
Editor : A Risa


