Samarinda, Busam.ID – Menyambut Hari Raya Idul Adha 1446 H, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) tak hanya menyalurkan bantuan peralatan kurban, tapi juga terjun langsung ke masjid-masjid untuk memberikan edukasi teknis penyembelihan yang sesuai syariat dan standar higienitas.
“Bantuan ini tidak sekadar alat. Kami ingin memastikan proses penyembelihan dilakukan dengan benar, higienis, dan memperhatikan kesejahteraan hewan,” ucap Kepala DPKH Kaltim Fahmi Himawan.
Tahun ini, masjid-masjid di Samarinda, Paser, dan Bontang menerima paket alat kurban, termasuk pisau sembelih, alat pengulitan dan pencacahan, hingga mesin pencacah bagi yang pernah mengajukan bantuan sebelumnya.
Tak hanya itu, tim DPKH juga memberikan pelatihan langsung di lapangan. Materinya meliputi cara memperlakukan hewan sebelum disembelih, pemisahan area penyembelihan dan pemotongan, serta pentingnya menjaga kebersihan selama proses.
“Hewan yang stres menghasilkan daging berkualitas buruk. Kami imbau hewan ditempatkan di lokasi teduh, tidak diikat terlalu kencang, dan dijauhkan dari tempat penyembelihan agar tidak melihat proses tersebut,” jelas Fahmi.
DPKH juga mendorong kemitraan antara masjid dan peternak lokal seperti Perusahaan Daerah Kalimantan Timur (PDKT), untuk membangun ekosistem kurban yang berkelanjutan dan mendukung ekonomi lokal.
“Kita ingin ekosistemnya berjalan. Bantuan tidak hanya berhenti di alat, tapi juga mendukung peternak dan kelompok tani,” tambahnya.
Yang menarik, pola sosialisasi kini tak lagi digelar di aula atau hotel, melainkan langsung ke lokasi. Metode ini dinilai lebih efektif dan efisien. Tahun lalu, DPKH bahkan membekali para juru sembelih halal (juleha) dengan alat pelindung diri (APD) lengkap.
Seluruh upaya ini, tegas Fahmi, demi menjamin proses kurban di Kaltim berjalan sesuai syariat, aman, dan menghasilkan daging yang layak konsumsi.
“Kami ingin masyarakat menerima daging kurban yang tidak hanya sah menurut agama, tapi juga berkualitas tinggi dan aman dikonsumsi,” tutupnya.(Adit/adv/diskominfokaltim)
Editor: M Khaidir


