Samarinda, Busam.ID – Menjelang Ramadhan bulan April mendatang, Pemkot Samarinda diingatkan mitra legislatifnya untuk ketat memonitor stok dan pasokan minyak goreng (migor) di pasaran. Sebab migor sebagai komoditi pokok masyarakat, akan memengaruhi pergerakan ekonomi ritel jika fluktuasi harganya tidak dikendalikan.
Hal itu disampaikan Ketua Komisi II DPRD Samarinda Fuad Fakhruddin yang menyebut, menjelang ramadhan rawan sekali komodoti sembako melangit harganya lantaran stok di pasaran terbatas.
“Pemkot harus mampu mengatasi persoalan ini. Jangan sampai ada pihak yang mencoba bermain dan mencari keuntungan dalam situasi demikian,” ungkap Fuad.
Menurutnya, Pemkot sudah harus waspada bilamana harga minyak goreng mengalami kenaikan fantastis. Karena hal itu otomatis akan berdampak terhadap usaha-usaha industri rumahan. Itu sebabnya monitoring di lapangan akan supply demand harus selalu rutin dilakukan pemerintah, sebagai langkah antisipasi terhadap permainan harga.
“Harus ada antisipasi dan upaya pencegahan yang dilakukan. Kalau sewaktu-waktu harga naik dan stok menipis, Pemkot sudah punya solusi yang ditawarkan,” pendapatnya.
Politisi Partai Gerindra ini menuturkan minyak goreng merupakan salah satu bahan pokok yang sangat diperlukan apalgi menjelang bulan Ramadhan pada April 2022. Ia berharap pemerintah harus mulai bergerak.
“Apalagi sebentar lagi Ramadhan. Pemkot harus kita dorong supaya terus monitor di lapangan,”pungkasnya. (kaka nong/adv)








