Balikpapan, Busam.ID – Akibat kondisi perekonomian tidak menentu membuat sejumlah negara diperkirakan terancam resesi global pada 2023.
Untuk menghadapi situasi tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyiapkan sejumlah langkah diantaranya dengan memperkuat ketahanan pangan.
Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi menyampaikan, apabila berbicara dampak krisis ekonomi, hal ini merupakan dampak dari resesi secara global.
“Jadi untuk menanggulanginya tidak bisa sendiri-sendiri, harus berkomunikasi antara lokal dan nasional, bahkan harus bekerja sama dengan negara-negara yang lain untuk membangun ekonomi yang baik,” ujarnya.
Salah satu penyebab terjadinya resesi adalah perang antara Ukraina dan Rusia. Untuk skala lokal, daerah harus membuat ketahanan panganan, karena kalau berbicara ketahanan energi masih cukup.
“Karena kita harus melakukan kegiatan ekspor impor, sebagian dijual, sebagian dipergunakan untuk keperluan dalam negeri, dan ini harus diatur,” kata Hadi, Rabu (9/11/2022).
Ditambahkannya, daerah harus membangun sentral-sentral produksi pangan semaksimal mungkin.
Karena kalau bicara Kalimantan Timur secara menyeluruh tidak mungkin, sehingga harus berkoordinasi dengan daerah lain seperti Sulawesi dan sebagainya.
Dan dari segi pendapatan, Kalimantan Timur untuk saat ini juga masih bergantung pada sektor batubara, karena untuk memenuhi kebutuhan negeri masih memberikan devisa bagi bangsa. (man)
Editor: Redaksi BusamID












