Kaltim Pasar Empuk dan Transit Peredaran Narkoba

BusamID
Iluistrasi Narkotika. Ft: ist

BusamID – Kaltim menjadi pasar empuk bagi peredaran narkoba, sekaligus transit ke beberapa daerah di sekitar Kaltim seperti daerah lain di Kalimantan juga daerah Indonesia bagian timur, yang terdekat adalah Sulawesi.

Kaltim menjadi pasar empuk peredaran narkoba, karena kondisi geoekonominya terdapat banyak aktivitas dan pabrik tambang, baik minyak, gas maupun batubara. Selain itu Kaltim termasuk daerah kondusif yang posisinya relatif di tengah poros wilayah Indonesia.

Kepala BNNP Kaltim Brigjen Pol Wisnu Andayana menjelaskan, Provinsi Kaltim masih menjadi tempat favorit transit narkotika dan obat terlarang di Indonesia. Letaknya yang strategis, membuat bandar narkoba kerap menjadikan Kaltim sebagai lokasi transit penyeludupan barang dari perbatasan RI Malaysia, yang hendak menuju ke Sulawesi dan provinsi di luar Kaltim di Kalimantan.

“Kadang-kadang Kaltim menjadi tempat transit dan bisa juga dipakai tempat mengedarkan (narkoba). Dari Kaltim ini dijual lagi ke Sulawesi. Jadi, Kaltim ini tempat mondok dulu barang narkoba,” ungkap Wisnu diwawancarai usai peringatan HUT BNN ke 20, Selasa (22/3/2022).

Menurut Wisnu, bandar narkoba menjadikan Kaltim sebagai lokasi transit pengiriman narkoba dikarenakan, pengguna barang haram tersebut di Kaltim sangat tinggi. Pengguna barang haram itu dari karyawan buruh tambang batubara, sawit, swasta dan pegawai swasta maupun PNS sampai TNI Polri.

“Sekarang pengguna narkoba di Kaltim paling tinggi di kota besar-nya seperti Samarinda dan Balikpapan. Memang masih 2 persen pengguna narkoba di Kaltim, tapi jumlah ini sangat tinggi untuk menghancurkan generasi muda kita,” katanya.

Wisnu mengungkap, dari seluruh kabupaten kota se-Kaltim, tidak ada lagi yang bersih dari peredaran narkoba. Hal ini dikarenakan, pelaku peredaran narkoba selalu selangkah lebih maju mengelabui petugas dalam menyelundupkan narkoba.

“Wilayah pesisir Kaltim dan perbatasan RI Malaysia dari utara Kalimantan paling rawan menyelundupkan narkoba. Kita tidak ada perwakilan BNN disana,” terang Wisnu.

Sebelumnya, BNNP Kaltim berhasil mengungkap jaringan narkoba dari kota Tarakan Kalimantan Utara. Petugas mengamankan seorang laki-laki inisial DF membawa sabu di jalan poros Samarinda Bontang Kecamatan Muara Badak Desa Tanah Datar pada 11 Maret 2022.

Tertangkapnya pelaku DF bermula adanya informasi didapatkannya narkotika jenis sabu dari Tarakan ke Samarinda.

Pengakuan pelaku DF bahwa narkotika tersebut diserahkan oleh pelaku LM di Bandara Juwata Kota Tarakan untuk dibawa ke Kota Samarinda. Dan, BNNP Kaltim dan BNNK Balikpapan berhasil mengamankan LM di parkiran Hotel Maxone. Pengakuan LM bahwa narkotika tersebut didapatkan dari BOS yang berada di Tarakan.

Tim BNNP Kaltim menuju Kota Tarakan dan melaksanakan penggrebekan di rumah TO. Namun TO atas nama BOS dapat melarikan diri melalui pintu keluar lantai atas rumahnya menuju atap rumah tetangga. Petugas menyita uang milik BOS dalam rekening bank sebesar Rp 296 juta yang diduga hasil transaksi narkoba dan sabu 982,63 gram.

“Narkotika sabu yang disita ini sangat mahal karena kualitasnya warna putih bersih. Kita terus mengejar pelaku, walau ada satu orang yang kabur. Kita tidak bisa paksakan melakukan penangkapan pelaku dengan penembakan karena bahaya berada di daerah perumahan,” jelas Wisnu.

Para pelaku dijerat pasal yang dikenakan UU Tahun 2009 tentang Narkotika, Pasal 112 (2) juncto 114 (2). Hukuman minimal 6 tahun maksimal 20 tahun atau seumur hidup. (pkc/an)

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *