Samarinda, Busam.ID — Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menyoroti kondisi padatnya lalu lintas kapal di Sungai Mahakam, khususnya di kawasan Jembatan Mahkota 2 yang dinilai mengancam keselamatan pelayaran.
“Kalau kita lewat di Jembatan Mahkota 2 atau Sungai Kapih, terlihat jelas kapal-kapal sangat mengganggu arus pelayaran. Jumlahnya tidak kira-kira. Setiap hari minimal puluhan, bisa sampai ratusan yang melintang di situ,” keluh Harum -sapaan akrabnya. saat menerima Kepala KSOP Kelas 1 Samarinda di Kantor Gubernur.
Ia menegaskan, keselamatan harus menjadi prioritas utama. “Keselamatan itu penting, di atas segala-galanya,” ujarnya.
Harum meminta agar kapal-kapal tidak lagi tambat sembarangan, bahkan di pohon. “Jangan sampai kapal-kapal itu tambat di pohon, lepas dan menimbulkan insiden,” tambahnya.
Ia mendorong penataan ulang area labuh serta percepatan pembangunan tambatan kapal yang layak. Selain itu, ia juga mengusulkan penyesuaian RTRW untuk zona pelayaran Sungai Mahakam.
“Kalau perlu kita akan segera bangunkan tempat-tempat tambat kapal yang layak,” ujarnya.
Harum menekankan pentingnya standarisasi sistem keselamatan untuk semua jembatan di Sungai Mahakam.
“Jembatan dari Muara Muntai, Kukar, Mahakam, Mahulu, dan lainnya, semua sistem keselamatannya harus disetarakan. Kalau tidak, ini hanya soal waktu,” tandasnya.
Sebagai catatan, Jembatan Mahakam yang berusia lebih dari 40 tahun telah mengalami sedikitnya 23 kali benturan kapal, terakhir pada 26 April 2025.(Adit/adv/diskominfokaltim)
Editor: M Khaidir


