Samarinda, Busam.ID – Pembangunan infrastruktur dan penataan kota menjadi komitmen pemerintahan Andi Harun-Rusmadi Wongso. Terkait pembangunan infrastruktur dan penataan kota itu, perlahan tapi pasti, Pemkot Samarinda mulai membenani pasar tradisonal. Langkah pertama Pemkot menggarap pasar tradisonal di samping Masjid At Taufik Jl Suryanata Kelurahan Air Putih Samarinda Ulu. Pasar itu dinilai banyak pihak sangat camuh hingga aktivitasnya kerap mengganggu jalan.
Berkenaan pembenahan pasar rakyat di Jl Suryanata itu, Pemkot telah menyiapkan lahan 3,9 hektar. Di atas lahan 3,9 ha tersebut, rencanannya akan didirikan bangunan dua lantai baik untuk kios dan toko pedagang pasar, juga areal parkir pengunjung pasar.
Walikota Samarinda Andi Harun dikonfirmasi ihwal pembenahan pasar rakyat di Suryanata, membenarkan rencana tersebut. Namun pria yang akrab disapa koleganya dengan sebutan Bung AH ini, enggan menjelaskan rinci konsep bangunan yang diusung untuk pembenahan pasar Suryanata tersebut.

“Sebab masih digodok tim Pemkot konsep yang paling nyaman untuk semua pihak baik pedagang maupun pengunjung pasar,” terang Andi.
Mengaku optimis bisa mewujudkan pasar yang bersih dan tertib, Andi merujuk contoh beberapa pasar yang dikonsep berdampingan dengan pasar moderen, seperti pasar tradisional Ramayana Balikpapan yang berada di lantai bawah Plaza Rapak.
“Kami sedang usahakan supaya pasar bisa dibuat lebih bagus. Agar para pedagang maupun pembeli merasa nyaman berbelanja ke pasar tradisional yang identik dengan kekumuhan. Juga tidak sampai menganggu lalu lintas,” imbuh mantan Wakil Ketua DPRD Kaltim ini.
Rencana pembenahan pasar tradisonal di Jl Suryanata itu, menurut Andi pembiayaannya sudah dimasukkan dalam APBD 2022. Namun detilnya, Andi tidak merinci apakah termasuk pembiayaan tanah dan bangunan, atau masih sebatas lahannya saja. (mm/an)








