Samarinda, Busam.ID -Dalam rangka meningkatkan penerimaan daerah, Pemprov (Pemerintah Provinsi) Kalimantan Timur diketahui telah berupaya mendapatkan perdagangan atau penjualan karbon dioksida.
Hal tersebut dikatakan oleh Gubernur Kaltim, Isran Noor baru-baru ini kepada awak media.
Menurutnya, Kaltim berpotensi mendapatkan dana kompensasi hingga 110 juta USD jika berhasil meraih perdagangan tersebut.
“Misalnya menjual karbon, maka nantinya Provinsi Kaltim bisa mendapatkan kompensasi dari World Bank untuk 22 juta matrix ton karbon dioksida senilai 110 juta USD,” ujarnya.
Ia juga mengatakan dirinya akan segera ke Jakarta dan dilanjutkan ke Brasil dalam rangka mengurus persiapan perdagangan karbon Kaltim ke luar negeri.
“Tanggal 2 sampai 7 Mei akan ke Brasil. Di sana meruapakan salah satu negara penghasil karbon. Disana karakter hutannya sama dengan di Kaltim yaitu memiliki kawasan hutan tropis,” ucapnya.
Selanjutnya pada tanggal 8 dan 9 Mei, ia akan ke World Bank di Amerika Serikat untuk membahas persoalan terkait ratifikasi kesepakatan dalam jual beli karbon, karena lembaga keuangan dunia ini punya data para penghasil karbon dan data Kaltim ada di World Bank.
“Kemudian tanggal 11 dan 12 Mei akan ke Yucatan, Mexico. Karena Yucatan memiliki komitmen yang kuat dalam hal kompensasi bagi negara-negara yang melaksanakan penurunan emisi yang sukses seperti Kaltim,” paparnya.
Menurutnya, selama 10 tahun ke depan, mereka akan mempersiapkan dana 10 million pound sterling dan rata-rata setahunnya bisa mengeluarkan dana mencapai 3 milion pound sterling.
“Hal tersebut yang mau saya kejar,” jelas Isran.
Isran menjelaskan, perkiraan dari pakar ahli karbon, Kaltim baru mencapai 30 juta ton karbon dioksida equivalen (CO2eq) sampai tahun 2021, berarti tahun 2022, 2023 dan 2024 bisa mencapai hingga 100 juta ton karbon dioksida equivalen.
Kata dia, harga pasar saat ini bukan 5 USD per tonnya, namun justru di atas 10 USD.
“Kira-kira hingga 1 milion USD, 1 milion USD itu dikalikan Rp 15 ribu berarti kurang lebih Rp 15 triliun,” tutup Isran.
(ADV/RY/DISKOMINFOKALTIM)
Editor : Risa Busam,ID








