Samarinda, Busam.ID – Jemaah Masjid Baitul Arif di Jalan Damanhuri, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda dibuat geger dan lari berhamburan setelah seorang pemuda bersenjata tajam (bersajam) mengamuk di tengah pelaksanaan salat tarawih, Senin (3/3/2025) malam.
Menurut Hamdan Nur, Imam masjid yang menjadi saksi mata, kejadian terjadi ketika pelaksanaan salat tarawih do rakaat ke-16. “Tiba-tiba, seorang pemuda yang tinggal tidak jauh dari masjid masuk sambil berteriak-teriak dan membawa dua senjata tajam jenis parang dan pisau (badik),” ujar Hamdan kepada Busam.ID, Selasa (4/3/2025) saat ditemui di kediamannya.
Hamdan menambahkan, pemuda yang diketahui berinisial SP mengarahkan sajamnya ke arahnya. “Saya melihat senjata tajam itu di dekat kepala saya saat sujud. Saya langsung lari,” kata Hamdan.
Kejadian itu membuat Hamdan trauma hingga menyebabkannya sulit tidur usai kejadian tersebut. Dari keterangan warga sekitar, SP sering membuat masalah dan kerap marah-marah saat mendengar kumandang azan atau orang-orang yang sedang salat. Ini bukan kali pertama terjadi di Masjid Baitul Arif. Sebelumnya, masjid pernah dilempari batu hingga kaca pecah, dan anak-anak yang sedang mengaji juga menjadi sasaran pelemparan batu oleh SP.
“Ini sudah kejadian ketiga kalinya. Yang pertama, tahun kemarin, kaca masjid dilempar batu sampai pecah. Yang baru-baru ini, anak-anak mengaji dilempari batu. Dan yang terakhir ini, bawa sajam yang diarahkan langsung ke saya,” jelas Hamdan.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Ibu SP yang datang ke lokasi berhasil mengamankan pelaku, namun mengalami luka akibat senjata tajam yang dibawa anaknya.
“Alhamdulillah, saya diberikan keselamatan oleh Allah. Ibunya langsung mendorong anaknya dan ibunya yang terluka,” tutur Hamdan.
Polisi telah mengamankan SP dan barang bukti, sementara Hamdan bersama ketua setempat telah dimintai keterangan sebagai saksi di kantor polisi.
Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, melalui Kapolsek Sungai Pinang, AKP Aksarudin Adam, menyatakan bahwa pelaku telah diamankan dan masih dalam proses penyelidikan.
“Kita lihat perkembangannya nanti. Kita periksa segala macam termasuk kejiwaannya. Kejadian tahun kemarin juga pernah sama orang yang sama. Rumahnya samping masjid, kalau dengar di masjid itu ribut atau bising dia marah,” jelas AKP Aksarudin Adam.
Kapolsek juga menyebutkan, awal keributan itu dimulai dari ribut dengan orang tuanya hingga berdampak ke masjid. (zul)
Editor: M Khaidir


