Samarinda, Busam.ID – Dalam rangka sharing tentang pendalaman subtansi materi rencana Perda Provinsi Kaltim tentang pelayanan kepemudaan dan isu-isu aktual tentang kepemudaan di Kaltim, Pansus Pelayanan Kepemudaan Provinsi Kaltim menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Dinas Sosial (Dinsos) Kaltim dan Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kaltim dan Biro Hukum Setdaprov Kaltim di ruang rapat gedung E lantai 1, Senin (15/8/2022).
Rapat dipimpin Fitri Maisyaroh Wakil Ketua Pansus didampingi angota Pansus Sukmawati serta dihadiri Bahri sebagai perwakilan Dispora Kaltim, Juraidi perwakilan Dinsos Kaltim, Sekretaris Diskominfo Kaltim Edi Hermawanto Noor serta Rachmadiana Biro Hukum Setdaprov Kaltim.
Rapat digelar untuk mendapatkan kesimpulan-kesimpulan positif untuk perkembangan kepemudaan di Kaltim. Raperda Kepemudaan merupakan turunan dari Undang-Undang nomor 40 tahun 2009 tentang Kepemudaan.
Apa yang menjadi alasan DPRD Kaltim mengajukan Perda ini menjadi Perda inisiatif, menurut Fitri, karena melihat keprihatinan terkait kondisi pemuda Kaltim dan juga sebagai bentuk kepedulian agar nilai Indeks Pembangunan Pemuda (IPP)di Kaltim meningkat dari tahun ke tahun.
Politisi PKS ini melanjutkan, Perda tersebut menjadi daya dorong untuk keseriusan perhatian terhadap pemuda ditengah realita akan bahaya narkoba, kenakalan remaja dan juga kekerasan remaja.
“Jika tidak dikelola dengan baik, maka akan menjadi bomerang bagi Indonesia bahkan lebih kecil lagi kepada kondisi kita di Kaltim. Maka itu, mempersiapkan jangan sampai potensi pemuda yang luar biasa ini, kita salah dalam mengarahkannya, salah dalam mengelolanya yang dampaknya juga akan berketerusan karena merekalah nanti yang menggantikan posisi dimasa depan,” papar Fitri.
Perda inisiatif kepemudaan ini bukan hanya semata-mata pelaksanaan undang-undang, melainkan sebuah keprihatinan dalam kondisi pemuda itu sendiri. Ia mengharapkan, nantinya Pra Perda ini sebagai upaya mengakomodasi potensi pemuda agar mampu memaksimalkan potensi pemuda di Kaltim.
“Termasuk nanti dari Dinsos dan Diskominfo, semoga nanti dapat memberikan masukan-masukan yang sifatnya global untuk kita melihat kebutuhan pemuda yang selama ini sudah digarap oleh Dinas atau Perangkat Daerah masing-masing,” pungkas Fitri. (adv/diskominfokaltim)
Editor: Redaksi BusamID








